Tahi Lalat Kecantikan, Tahi Lalat Air Mata, Tahi Lalat yang Diberkati …… Apakah Anda memiliki tahi lalat representatif ini? Dalam cerita rakyat Tiongkok, tahi lalat sangat rumit, dan bagian serta ukuran tahi lalat yang berbeda memiliki arti yang berbeda. Ucapan-ucapan ini terutama berasal dari phrenologi tradisional dan berkaitan erat dengan peradaban Tiongkok selama ribuan tahun, tetapi tidak ada dasar ilmiah untuk ucapan-ucapan ini. Apa yang biasanya kita sebut tahi lalat adalah tahi lalat berpigmen, yaitu tahi lalat berwarna, yang merupakan tumor kulit jinak yang paling umum pada manusia dan merupakan manifestasi kulit yang disebabkan oleh peningkatan melanosit di epidermis dan dermis. Faktanya, setiap orang memiliki setidaknya 15-20 tahi lalat di seluruh tubuh, hanya saja setiap tahi lalat memiliki ukuran, bentuk, warna, lokasi, dan sebagainya yang berbeda. Apa sebenarnya manfaat tahi lalat bagi tubuh? Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan Inggris, 1.800 saudara kembar disurvei dan menemukan bahwa yang memiliki lebih banyak tahi lalat menua lebih lambat (lebih kecil kemungkinannya untuk terkena penyakit usia tua), sedangkan yang memiliki lebih sedikit tahi lalat menua lebih cepat. Namun demikian, tidak benar bahwa semakin banyak tahi lalat yang dimiliki seseorang, semakin baik. Ada beberapa tahi lalat yang harus ditangani dengan sangat serius. Beberapa tahi lalat yang kita anggap sebagai tahi lalat biasa mungkin sebenarnya memiliki risiko kanker yang tinggi, atau bahkan merupakan tahi lalat ganas. Jadi, bagaimana kita bisa mengetahui apakah tahi lalat di tubuh kita jinak atau ganas? Untuk menilai dengan benar, kita harus mengamati aspek-aspek berikut ini, termasuk lokasi, ukuran, warna, jumlah, bentuk, dan tingkat pertumbuhan tahi lalat. I. Lokasi: Tahi lalat di telapak tangan, kaki, bantalan kuku, area selaput lendir, vulva dan bibir harus diperhatikan, karena tahi lalat di area ini dapat dengan mudah berubah menjadi melanoma ganas. Tahi lalat di area ini harus dihindari dan stimulasi dikurangi, dan yang terbaik adalah mengobatinya lebih awal untuk mencegah transformasi ganas. Ukuran: Tahi lalat yang berdiameter kurang dari 1 cm umumnya tidak relevan; tahi lalat yang berdiameter 1-2 cm dapat dioperasi secara selektif; jika diameternya lebih dari 2 cm, maka pembedahan harus dilakukan sesegera mungkin! Karena semakin besar tahi lalat, semakin tinggi kemungkinan kanker. III. Bentuk: Jika batas tahi lalat yang semula simetris dan teratur (biasanya bulat) dan tiba-tiba menjadi berbentuk tidak beraturan, tidak jelas dan tidak simetris, maka itu mungkin merupakan tanda kanker, dan harus diobservasi dan diobati dengan seksama pada waktunya. 4. Warna: Warna tahi lalat biasanya hitam, disebut melanoma. Jika Anda mendapati bahwa warna tahi lalat berubah, dengan nuansa warna yang berbeda, atau sebagian berubah menjadi warna yang berbeda, atau bahkan menjadi sama dengan warna kulit normal, ini belum tentu merupakan hal yang baik, karena mungkin juga merupakan manifestasi dari perubahan kanker. V. Perubahan metastatik: Nevi melanotik umumnya tumbuh perlahan dan horizontal menuju posisi horizontal. Jika tahi lalat besar tiba-tiba tumbuh di samping banyak tahi lalat kecil, inilah yang kita sebut “fenomena satelit”, yang berarti bahwa tahi lalat secara bertahap bermetastasis. Ini juga merupakan salah satu tanda tahi lalat menjadi kanker. Lesi lokal: Jika tahi lalat yang semula dalam kondisi baik, tiba-tiba menjadi menonjol, mudah berdarah, mudah rusak dan sulit disembuhkan, pada dasarnya dapat dipastikan bahwa tahi lalat tersebut adalah melanoma ganas.