Ada berita mengejutkan dari sebuah perguruan tinggi atau universitas: seorang siswa yang baru saja masuk beberapa hari sebelumnya telah bunuh diri dengan melompat dari gedung! Alasan bunuh diri anak tersebut ternyata sangat sederhana: karena cuaca panas dan sekolah tidak memiliki pendingin ruangan. Namun, dari sudut pandang medis-psikologis, kondisi kehidupan yang buruk di sekolah hanya dapat digambarkan sebagai alasan yang dangkal untuk bunuh diri anak tersebut. Jika anak tersebut mendapatkan pemeriksaan psikologis yang tepat waktu sebelumnya, maka akan memungkinkan untuk mendeteksi masalah psikologisnya dan melakukan intervensi tepat waktu untuk menyelamatkan nyawanya. Dengan pesatnya perkembangan ekonomi Tiongkok, negara ini telah memasuki era dengan beban psikologis yang tinggi, dan “psikologi abu-abu” ini semakin mendekati anak-anak. Menurut beberapa survei tentang kondisi kesehatan mental anak-anak dan remaja di Tiongkok saat ini, sekitar 13% siswa sekolah dasar, 15% siswa sekolah menengah pertama, 19% siswa sekolah menengah atas, dan 25% mahasiswa memiliki masalah psikologis dan perilaku. Masalah psikologis utama mahasiswa baru universitas tercermin dalam lima area seperti maladjustment, sensitivitas interpersonal, kecemasan, depresi, dan paranoia, dan masalah psikologis yang paling umum adalah maladjustment. Sebagai contoh, Li, yang sangat dihormati oleh orang tuanya di rumah, membayangkan asrama universitasnya yang luas dan nyaman, dengan kamar mandi dan toilet, serta mesin cuci. Setelah dia bergabung dengan universitas, dia menyadari bahwa kehidupan universitas sebenarnya sangat sulit dan dia harus mengandalkan dirinya sendiri untuk segalanya. Karena ia hanya tahu cara belajar di rumah, ia tidak dapat mencuci pakaian atau bersosialisasi dengan baik, dan akhirnya harus meninggalkan sekolah karena gejala-gejala seperti insomnia, kecemasan, dan depresi karena masalah penyesuaian diri. Kehidupan universitas adalah hal yang benar-benar baru bagi mahasiswa baru, dan kenyataannya berbeda dengan imajinasi mereka, beberapa dari mereka akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, dan beberapa rintangan yang tidak dapat mereka atasi akan menjadi masalah psikologis. Masalah psikologis mahasiswa baru memiliki alasan sosial, keluarga, dan diri sendiri, tetapi kualitas psikologis mahasiswa itu sendiri sangat penting. Ada tiga alasan mengapa mahasiswa tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan universitas: pertama, kemampuan perawatan diri yang buruk; kedua, toleransi psikologis yang buruk; dan ketiga, keterampilan interpersonal yang buruk. Oleh karena itu, orang tua dan guru harus memperhatikan pengembangan kepribadian yang baik, kualitas psikologis yang baik, dan kemampuan beradaptasi sosial yang kuat pada anak-anak mereka. Setelah memasuki universitas, mahasiswa baru harus secara aktif beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi kesulitan dengan berani, melatih diri mereka sendiri di lingkungan baru, secara bertahap membangun kepercayaan diri, mengatur kehidupan mereka secara rasional, dan melatih kemampuan mereka dalam berbagai aspek kehidupan, studi, dan komunikasi interpersonal. Jika Anda memiliki masalah psikologis, Anda tidak boleh menghindari pengobatan, dan Anda harus mencari nasihat, curhat kepada psikolog, dan mencari bantuan.