Polip endometrium umumnya dapat sembuh dengan sendirinya pada pasien berukuran <1 cm, dan untuk pasien berukuran ≥1 cm, polip endometrium umumnya tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Polip endometrium adalah patologi uterus yang umum terjadi akibat pertumbuhan berlebih endometrium yang terlokalisasi pada uterus, yang dapat disebabkan oleh kadar estrogen yang tinggi dan rangsangan inflamasi. Pasien dapat mengalami menstruasi yang membasahi, perdarahan vagina, peningkatan durasi, preeklampsia pasca-kehamilan, dan aborsi embrio. Jika polip berdiameter <1cm dan pasien tidak menunjukkan gejala yang jelas, polip dapat sembuh dengan sendirinya dengan luruhnya dan keluarnya lapisan rahim, tetapi perlu ditinjau secara teratur untuk membantu dokter mengamati kondisinya. Jika diameter polip ≥1cm dan gejala seperti pendarahan, siklus menstruasi yang tidak normal, keluarnya darah dengan bau busuk, maka polip tidak dapat sembuh sendiri dan gejala lesi telah muncul, sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter tepat waktu. Jika tidak diobati tepat waktu, hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari pasien, dan dalam kasus yang serius, perubahan ganas dapat terjadi. Dianjurkan agar pasien dengan polip endometrium pergi ke rumah sakit tepat waktu, melakukan pemeriksaan yang relevan untuk menentukan penyebab penyakit, dan kemudian di bawah bimbingan dokter untuk perawatan.