(Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi umum dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Anak tersebut, seorang gadis berusia 4 tahun, dibawa ke unit gawat darurat kami oleh orang tuanya. Orang tua melaporkan bahwa anak tersebut mengalami demam dan batuk selama 5 hari berturut-turut, suhunya sekitar 39°C, energi mental serta nafsu makannya tidak sebaik sebelumnya dan batuknya semakin parah dari hari ke hari. Pada auskultasi paru-paru, terdapat ronki halus yang tetap, dan diagnosis bronkopneumonia pediatrik dikonfirmasi oleh tes darah dan radiografi dada. Setelah pengobatan dengan obat simptomatik, kondisi anak tersebut dapat dikendalikan dan dia pulih dengan baik.
Informasi dasar】Perempuan, 4 tahun
Jenis penyakit】 Bronkopneumonia anak
Rumah Sakit】Rumah Sakit Rakyat Keenam Shanghai
Tanggal Konsultasi】 Februari 2022
Rencana pengobatan】 Pengobatan (cefoxitin sodium untuk injeksi + larutan oral amiloride + suspensi budesonide untuk inhalasi + nebulizer terbutaline sulfate)
Masa Perawatan】 7 hari di rumah sakit
Efektivitas】 Suhu tubuh anak kembali normal dan gejala batuk membaik secara signifikan
I. Konsultasi awal
Anak ini dibawa ke klinik demam kami oleh orang tuanya pada bulan Februari 2022. Orang tua mengatakan bahwa anak tersebut mengalami flu ringan 1 minggu yang lalu, tetapi tidak memperhatikannya pada saat itu dan tetap pergi ke taman kanak-kanak setiap hari. 5 hari yang lalu, gejalanya memburuk dan demam dimulai, dengan suhu tubuh naik dari 38 ° C menjadi 39 ° C. Batuk juga menjadi semakin parah, menunjukkan batuk terus menerus paroksismal dengan dahak yang tidak bisa dibatukkan.
Pada pemeriksaan, terdapat ronki halus yang menyebar di kedua paru-paru dan laju pernapasan yang sedikit cepat.
II. Riwayat pengobatan
Berdasarkan karakteristik penyakit yang muncul dan tes laboratorium, leukosit dan protein C-reaktif meningkat, dengan neutrofil mendominasi di antara leukosit, dan diagnosis bronkopneumonia cenderung menjadi infeksi bakteri. Oleh karena itu, setelah berkomunikasi dengan orang tua, anak tersebut diberikan cefoxitin sodium untuk injeksi dan larutan aminoglutethimide oral untuk manajemen gejala, serta suspensi budesonide inhalasi dengan larutan nebulised terbutaline sulphate untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. Karena suhu tubuh anak di atas 38,5°C, pelet ibuprofen digunakan lagi untuk menurunkan demam.
III. Efek pengobatan
Setelah 7 hari infus intravena, anak kembali ke klinik rawat jalan untuk kunjungan tindak lanjut. Menurut orang tua, demam anak mereda pada hari ketiga infus intravena, dan batuk menjadi semakin jarang selama dua hari terakhir, dan kondisi mental serta nafsu makannya berangsur-angsur pulih. Pada pemeriksaan ulang anak, pada dasarnya tidak ada ronki yang jelas di paru-paru, dan anak tersebut mengekspresikan dirinya tanpa batuk atau sesak napas yang jelas setelah sedikit aktivitas, sehingga pengobatan klinis dianggap efektif dan anak tersebut dipulangkan.
IV. Catatan
Kami senang melihat bahwa anak tersebut telah berangsur-angsur pulih setelah perawatan medis aktif. Selama proses pemulihan, anak harus melakukan perlindungan diri yang baik dan menjaga udara tetap segar dengan membuka jendela secara teratur, serta memperhatikan agar suhu dan kelembaban ruangan tetap sesuai. Dianjurkan agar anak memperhatikan nutrisi dan tidak pilih-pilih tentang apa yang dia makan. Diet yang kaya vitamin dan protein, seperti tomat dan telur, dan minum lebih banyak air untuk meningkatkan siklus metabolisme tubuh, serta banyak istirahat, akan membantunya pulih. Selain itu, anak harus melakukan lebih banyak olahraga dan latihan untuk memperkuat tubuhnya dan membantu mengurangi kemungkinan penyakit.
V. Wawasan pribadi
Bronkopneumonia adalah penyakit yang sangat umum terjadi pada anak-anak dan gejala awal biasanya demam dan batuk. Dalam kasus ini, gejala awal anak begitu jelas sehingga orang tua pertama-tama memberinya obat penekan batuk dan penurun demam di rumah, tetapi ternyata pengobatannya tidak efektif dan demamnya terus berlanjut dan batuknya menjadi semakin parah sebelum dia terlihat di rumah sakit. Oleh karena itu, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis segera setelah Anda menyadari bahwa anak Anda tidak sehat, dan hindari meminum obat sendiri untuk menghindari penundaan.