Terdapat predisposisi genetik terhadap perkembangan akrodermatitis, khususnya pada pasien akrodermatitis, yang mungkin terkait secara genetik, seperti dalam kasus bau rubah, di mana anak-anak dengan riwayat keluarga akrodermatitis dapat mengembangkan bau iritasi pada ketiak selama masa pubertas akibat pengaruh hormon. Namun demikian, seiring dengan menurunnya tingkat produksi hormon, gejala keringat busuk pada pasien tersebut dapat berkurang atau hilang di usia tua.