Ketika seorang pasien mengalami tenggorokan gatal dan batuk di malam hari, ada dua aspek utama yang perlu dipertimbangkan: yang pertama adalah bahwa lingkungan udara di dalam rumah pasien kering dan tidak memiliki tingkat kelembaban tertentu. Dan kemungkinan pasien akan sering bernapas dengan mulut terbuka saat tidur karena ventilasi hidung yang buruk, yang dapat memperburuk kekeringan selaput lendir di tenggorokan pasien. Jadi, pasien mungkin akan mengalami tenggorokan gatal dan gejala batuk saat tidur. Dalam hal perawatan, penting untuk memastikan bahwa tingkat kelembaban di rumah berada dalam kisaran tertentu. Sebuah baskom air dapat ditempatkan di dalam kamar tidur, atau pelembab udara dapat dibeli. Dalam kasus kedua, kemungkinan pasien alergi dan gejala faringitis alergi biasanya lebih parah pada musim semi dan musim gugur. Terutama pada malam hari, batuk dan gatal-gatal pasien akan lebih terasa karena saraf vagus yang hiperaktif. Untuk pengobatan, pasien dapat mempertimbangkan tablet natrium montelukast oral, atau tablet ebastine atau tablet loratadine untuk pengobatan anti-alergi.