Gejala anoreksia

Gejala umum anoreksia meliputi penolakan minum susu, kualitas tidur yang buruk, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Anoreksia merupakan tahap dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi, yang umumnya terjadi antara usia 3-6 bulan. Secara klinis, anoreksia dibagi menjadi anoreksia fisiologis dan anoreksia patologis. Gejala utama anoreksia fisiologis meliputi penolakan minum susu, kualitas tidur yang buruk, mudah terbangun, dan berat badan tidak bertambah, tetapi tidak disertai dengan gejala serius lainnya. Anoreksia patologis terutama terkait dengan otitis media akut, sariawan, herpes mulut, dan penyakit lainnya. Untuk anoreksia patologis, anak-anak biasanya menunjukkan sesak napas, kehilangan nafsu makan, sakit mulut, menangis dan gelisah, tidak ada udara yang masuk melalui hidung, dll. Gejala-gejala ini juga dapat disertai dengan gejala lain seperti sakit perut, suhu tubuh meningkat, perut kembung, dan lesu. Untuk bayi dengan anoreksia fisiologis, orang tua dapat menyesuaikan metode pemberian makan untuk membantu bayi melewati periode ini. Jika anoreksia bersifat patologis, bayi harus dirawat sesuai dengan saran medis. Selama masa tumbuh kembang bayi, orang tua harus memperhatikan pemberian makan yang wajar, menghindari sering mengganti susu bubuk, dan juga menambahkan makanan pendamping ASI secara tepat waktu sesuai dengan kondisi bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya.