Efusi pleura adalah akumulasi cairan yang besar di antara lapisan mural dan viseral pleura; cairan ini dapat diklasifikasikan sebagai eksudat. Eksudat paling sering terlihat pada tuberkulosis, tetapi juga dapat timbul dari tumor ganas atau penyebab lainnya. Cairan bocor paling sering disebabkan oleh insufisiensi jantung, sindrom nefrotik, hipertensi portal atau oedema mukinosa. Manifestasi klinis utama adalah nyeri dada, dispnea, kepenuhan dan gerakan dinding dada yang terbatas pada sisi yang terkena, sesak napas dan sesak dada, bahkan pernapasan telangiektatik, demam tinggi dan perpindahan trakea dan mediastinum. Prinsip utama pengobatan adalah pengobatan simtomatik, pemompaan cairan pleura dan pengobatan anti-inflamasi dan anti-TB.
Perawatan efusi pleura
[Penilaian].
1.Menilai tingkat dan sifat batuk, dahak dan dispnea.
2.Menilai ada atau tidaknya nyeri dada, lokasi dan sifat nyeri.
3 . Menilai tanda-tanda vital dan indikator gas darah arteri.
4. Kaji tanda-tanda dada, seperti suara keruh pada perkusi dan kejelasan suara napas.
5.Nilai apakah pasien dengan efusi pleura ganas dikaitkan dengan wasting, penampilan anemia, cachexia dan pembesaran kelenjar getah bening supraklavikula.
6.Kaji status psikologis pasien.
Peduli]
1. Amati dengan cermat perubahan tanda-tanda vital dan perhatikan pemantauan perubahan suhu tubuh.
2.Berikan posisi semi-telentang dan berikan oksigen saat dada sesak dan sesak napas.
3.Berikan obat penghilang rasa sakit ketika nyeri dada parah.
4.Bantu dokter untuk mengambil cairan dada, amati warna dan jumlah cairan dada dan catat.
5.Jika ada drainase dada tertutup, amati dengan seksama apakah drainase itu paten dan catat aliran drainase.
6 . Ganti botol drainase dada tertutup setiap hari dan operasikan secara ketat secara aseptik untuk menghindari infeksi retrograde.
7.Mendorong pasien untuk beristirahat di tempat tidur dan memberikan diet tinggi protein, tinggi kalori dan serat kasar.
8.Lakukan perawatan psikologis dan hilangkan kegugupan.
Panduan kesehatan]
1. Perhatikan pola makan dan hindari mengejan.
2. Hindari masuk angin untuk mencegah infeksi pernapasan dan berhenti merokok.
3. Makan makanan yang kaya serat kasar, tinggi kalori dan tinggi protein.
4.Ikuti petunjuk dokter dan minum obat tepat waktu dan lakukan pemeriksaan rawat jalan secara teratur.
5. Segera pergi ke rumah sakit jika terjadi nyeri dada dan kesulitan bernapas.