Entropion disebabkan oleh kelemahan retraktor kelopak mata bawah, hilangnya kontraksi septum orbita dan kulit kelopak mata bawah untuk menahan otot orbikularis kelopak mata pada tempatnya, serta kurangnya penyangga yang memadai di belakang kelopak mata pada orang lanjut usia karena berkurangnya lemak orbita. Entropion kelopak mata parut dapat terjadi pada kelopak mata atas dan bawah. Terdapat jaringan parut pada konjungtiva kelopak mata dan lempeng kelopak mata akibat kontraksi. 1. Pemeriksaan kelopak mata Pemeriksaan ini merupakan jenis pemeriksaan mata dan lebih sesuai bagi mereka yang memiliki kelainan refraksi (penglihatan abnormal pada kedua mata jika tidak dikoreksi, atau dikoreksi dengan tidak benar). Temuan abnormal: ① Kelainan bawaan pada kelopak mata, seperti cacat kelopak mata, penyempitan celah kelopak mata, ptosis, dll. (ii) Kelainan pada kulit kelopak mata, seperti kemerahan, bengkak, panas, nyeri, emfisema subkutan, massa, dll. (3) Kelainan pada posisi kelopak mata, misalnya membandingkan lebar celah kelopak mata secara bilateral, dan adanya entropion. (iv) Kelainan pada kelopak mata dan bulu mata. Kelainan refraksi (penglihatan abnormal pada kedua mata apabila tidak dikoreksi atau dikoreksi dengan tidak benar) pada orang yang perlu diperiksa. Prosedur pemeriksaan biasanya dilakukan dengan pemeriksaan visual dan taktil dalam cahaya alami. Pemeriksaan dilakukan di bawah cahaya tangan langsung atau di bawah lampu celah, dan untuk itu perlu diperhatikan kontras teropong. 2. Pewarnaan fluoresensi kornea Pewarnaan fluoresensi kornea (fluorescein) adalah komplikasi umum dari pemakaian lensa kontak. Pewarnaan epitel kornea yang sedang hingga parah dapat menyebabkan berbagai konsekuensi serius, seperti infeksi oleh patogen kornea, ulserasi kornea, dan perforasi. Temuan abnormal: ① pewarnaan hijau lembut pada kornea dan celah konjungtiva, tetapi tidak ada pewarnaan pada bagian epitel yang masih utuh. Jika terdapat fistula kornea, tekanan ringan pada mata setelah bercak fluorescein akan memperlihatkan fluorescein kuning-hijau yang menutupi permukaan kornea, sementara pada fistula terdapat cairan yang mengalir keluar, seperti mata air yang jernih. Orang dengan kerusakan epitel kornea atau konjungtiva atau ulkus harus diperiksa. Prosedur: (1) Oleskan sedikit larutan fluorescein pada kantung konjungtiva dengan batang kaca. ② Tempatkan larutan fluorescein ke dalam botol tetes mata dan teteskan langsung ke dalam kantung konjungtiva. ③Teteskan larutan fluorescein ke dalam jarum suntik dan teteskan ke dalam kantung konjungtiva.