Michael Dansinger, M.D., seorang pakar diabetes, tentang hubungan antara diabetes dan kualitas tidur yang buruk.
T: Saya menderita diabetes dan saya tidak bisa tidur nyenyak. Apakah ada hubungan antara keduanya dan apa yang bisa saya lakukan?
Orang dengan diabetes umumnya memiliki kualitas tidur yang lebih buruk dan kurang tidur. Apnea tidur, obat-obatan, kurang olahraga dan kadar glukosa dan hormon yang abnormal, yang lebih umum terjadi pada penderita diabetes, dapat mengganggu istirahat. Neuralgia dan sering buang air kecil di malam hari (dikenal sebagai nokturia) dapat menyebabkan pasien sering terbangun dan sulit tidur kembali, sehingga istirahat juga dapat terganggu.
Kembali tidur nyenyak di malam hari lebih sulit. Tetapi ada berbagai metode yang digunakan untuk mengelola diabetes yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan durasi tidur. Makan sehat, olahraga, dan kebiasaan tidur yang baik (seperti tidur pada waktu yang wajar dan mandi santai yang menyenangkan sebelum tidur), semuanya dapat memiliki dampak yang substansial pada diabetes dan kualitas tidur.
Lebih khusus lagi, minum lebih sedikit air sebelum tidur dan mengangkat kaki Anda tinggi-tinggi selama beberapa jam di malam hari dapat mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari. Pendekatan ini mencegah cairan residu di tungkai bawah diserap kembali ke dalam tubuh, sehingga menghindari produksi lebih banyak urine. Jika Anda menderita apnea tidur, Anda harus bekerja sama dengan dokter Anda untuk mengobatinya. Akhirnya, mintalah dokter Anda untuk menyesuaikan obat Anda (atau menambahkan obat baru) untuk membantu meningkatkan kualitas tidur Anda.