Faktor yang lebih umum pada pria dengan hematuria setelah berolahraga adalah sindrom Nutcracker, di mana vena ginjal kiri mampu menekan vena ginjal kiri karena perjalanan tubuh yang panjang dan sudut kecil antara arteri mesenterika superior dan aorta abdominalis. Akibatnya, masalah-masalah ini dapat terjadi, terutama setelah berolahraga, dan dapat menyebabkan hematuria. Faktor lainnya adalah batu saluran kemih, yang juga dapat menyebabkan hematuria karena batu tersebut dapat berpindah tempat saat berolahraga, sehingga menyebabkan gesekan pada epitel saluran kemih, dan pasien harus menjalani USG saluran kemih untuk dapat mengidentifikasi penyakit tertentu. Jika ditemukan kelainan anatomi atau masalah batu, maka bisa dikoreksi melalui pembedahan. Faktor lainnya adalah kelainan pada fungsi pembekuan darah tubuh sendiri, yang dapat dengan mudah menyebabkan pecahnya kapiler setelah olahraga berat dan oleh karena itu terjadi pendarahan ketika fungsi pembekuan darah tidak normal, dan pasien dapat memeriksakan fungsi pembekuan darah mereka untuk mengklarifikasi kondisi ini.