Obat apa yang harus diminum untuk endometriosis

Obat antiinflamasi nonsteroid (indometasin, ibuprofen, dll.), alat kontrasepsi (tablet etinil estradiol siproteron, tablet etinil estradiol drospirenon, dll.), progestogen (medroksi progestogen, medroksiprogesteron, dll.), pregnenolon, agonis hormon pelepas gonadotropin (leuprolid, goserelin), dan sebagainya, dapat digunakan untuk mengatasi endometriosis.
1. Obat antiinflamasi nonsteroid: gejala utama endometriosis adalah kram menstruasi, dan Anda dapat memilih obat antiinflamasi nonsteroid untuk meredakan rasa sakit saat menstruasi, seperti indometasin, ibuprofen, dan sebagainya.
2. Pil kontrasepsi: Jika endometriosisnya ringan, Anda dapat memilih pil kontrasepsi jangka pendek, seperti tablet etinil estradiol siproteron, tablet etinil estradiol drospirenone.
3. Progesteron: Progesteron juga dapat menyebabkan amenorea dan memperbaiki gejalanya, terutama megestrol, medroksiprogesteron, dan sebagainya.
4. Progesteron: Jika Anda mengalami dismenorea ringan dan sedang, Anda dapat memilih progesteron, yang dapat menghambat sintesis estrogen ovarium dan membuat lapisan ektopik menyusut.
5. Agonis hormon pelepas gonadotropin: yang lebih umum adalah leuprolide dan goserelin, yang dapat mengurangi sekresi hormon seks oleh ovarium dan menyebabkan amenorea sementara karena rendahnya status estrogen dalam tubuh.
Penyakit yang sama, kondisi fisik pasien berbeda, stadium penyakit berbeda, metode pengobatan berbeda, harus di bawah bimbingan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang standar. Semua obat di atas harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter, tidak digunakan sendiri secara membabi buta, agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap kondisi tersebut.