Sindrom hipersensitivitas batuk adalah gangguan batuk refraktori di mana pasien umumnya memiliki profil klinis yang sama yaitu peningkatan sensitivitas batuk. Hal ini sering terlihat pada wanita pra-menopause, tetapi kurang umum pada pria. Batuk biasanya mengikuti infeksi saluran pernapasan atas akut. Manifestasi utama adalah batuk dengan tenggorokan yang menggelitik, ketidaknyamanan tenggorokan, sensasi benda asing, dada sesak dan suara serak. Pasien mungkin juga mengalami sejumlah emosi abnormal seperti mudah tersinggung, frustrasi, cemas dan depresi, yang bisa sangat memengaruhi kualitas hidup.