Kelenjar di hidung, tenggorokan, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan kita terus-menerus menghasilkan lendir setiap hari. Lendir yang dihasilkan oleh hidung umumnya dikenal sebagai ingus, yang berfungsi untuk melembabkan dan menyelimuti serta menghancurkan benda asing seperti virus dan bakteri yang menyerang sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi. Biasanya, ingus bercampur dengan air liur dan mengalir ke bagian belakang tenggorokan, di mana ingus tertelan tanpa disadari. Bila ingus berlebihan atau terlalu kental, hal ini dapat diketahui. Kotoran hidung yang berlebihan bisa keluar dari lubang hidung atau bisa mengalir ke belakang ke tenggorokan. Jangan lewatkan diagnosis batuk kronis, tetapi waspadai sindrom pasca-nasal drip: Post-nasal drip syndrome (PNDS) adalah aliran balik sekresi hidung inflamasi dari rinitis dan sinusitis ke nasofaring, orofaring dan hipofaring melalui lubang hidung posterior, menyebabkan iritasi pada selaput lendir faring dan menyebabkan ketidaknyamanan di tenggorokan, dan merupakan penyebab penting batuk kronis. Manifestasi klinis: batuk paroksismal atau persisten. Sebagian besar pasien mengalami ketidaknyamanan pada faring, sensasi benda asing di faring, gatal-gatal, dahak menempel pada dinding faring posterior, dan pada pasien dengan rinitis alergi, gatal-gatal pada hidung, hidung tersumbat, pilek, dan bersin. Untuk sindrom postnasal drip (PNDS), tidak ada kriteria diagnostik yang seragam. Biasanya dinilai berdasarkan keluhan utama pasien dan pemeriksaan. Gejala-gejala utama serta tes yang relevan: nasofaringoskopi, rontgen sinus atau sinus C, hitung darah dan biokimia darah memastikan diagnosis. Pengobatan Pengobatan terutama bersifat simtomatik dan yang umum digunakan: pembersih hidung, hormon hidung, obat anti-alergi, antibiotik, dll. Pencegahan itu penting Perbaiki lingkungan, jaga kehangatan, istirahat, ikuti saran medis dan bangun daya tahan tubuh.