Ada banyak penyebab tinnitus neurogenik, di mana tubuh mendengar suara-suara yang tidak normal seperti dengungan, jangkrik dan desisan tanpa stimulasi apa pun. Obat-obatan berikut ini biasanya digunakan untuk pengobatan tinnitus neurologis: vasodilator dan neurotropik, anxiolitik dan antidepresan, antikonvulsan seperti karbamazepin, lidokain, dan obat penenang. 1. Vasodilator dan neurotropika: Ketika tinnitus neurogenik terjadi di dalam tubuh, biasanya disebabkan oleh kelainan pada saraf pembuluh darah tubuh, sehingga penggunaan vasodilator dan neurotropika dapat meningkatkan pemulihan saraf. 2. Anti-kecemasan dan anti-depresan: Ketika tinitus terjadi di dalam tubuh, disertai dengan kecemasan dan depresi. Namun, suasana hati pasien sangat penting selama periode pemulihan saraf, jadi Anda bisa mengonsumsi beberapa obat anti-kecemasan dan antidepresan. Hal ini dapat secara efektif memperbaiki suasana hati pasien dan membantu pemulihan. 3. Antikonvulsan seperti karbamazepin, lidokain, dan obat penenang: Ketika pasien menderita tinitus neurologis, mereka mungkin mengalami kejang-kejang dan mudah tersinggung. Kedua obat ini dapat diminum untuk membantu menenangkan pasien dan membantu mengobati penyakit dengan lebih baik. Biasanya, pasien dengan tinnitus neurotik dapat diobati dengan obat-obat ini, tetapi dianjurkan agar obat-obat ini diminum di bawah pengawasan seorang spesialis.