Diabetes tipe 2, bagaimana cara menggunakan pompa insulin?

Pasien dengan diabetes tipe 2 yang menyuntikkan insulin dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada dokter mereka tentang pompa insulin.

Bagaimana cara kerja pompa insulin?

Pompa insulin adalah perangkat elektronik kecil (seukuran ponsel) yang secara terus-menerus mendorong insulin yang bekerja cepat ke dalam tubuh. Pompa insulin dilengkapi dengan tabung fleksibel kecil (disebut kateter) dengan jarum tipis di ujungnya untuk dimasukkan di bawah kulit perut, di mana ia diamankan dengan selotip. Pompa insulin dapat dikenakan pada sabuk atau dibawa dalam saku.

Pompa insulin dirancang untuk memberikan dosis insulin secara terus-menerus selama 24 jam sehari, sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemakai pompa insulin. Pemakainya juga dapat mengubah dosis insulin.

Sejumlah kecil insulin secara terus-menerus diinfuskan setelah makan malam dan sebelum sarapan keesokan harinya untuk menjaga glukosa darah dalam kisaran target. Ini bisa disebut sebagai tingkat input basal. Dosis tunggal insulin diberikan pada waktu makan dan jumlah insulin yang akan didorong dapat dihitung berdasarkan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi.

Apabila menggunakan pompa insulin, kadar glukosa darah dipantau sekurang-kurangnya empat kali sehari. Dosis insulin dapat disesuaikan dan diatur menurut asupan makanan dan program latihan.

Mengapa menggunakan pompa insulin untuk mengobati diabetes?

Sebagian profesional perawatan kesehatan lebih suka menggunakan pompa insulin untuk mengobati diabetes, karena pompa insulin melepaskan insulin secara perlahan-lahan, mirip dengan cara pankreas melepaskan insulin dalam keadaan normal. Hasil penelitian besar menunjukkan bahwa pompa insulin adalah pilihan pengobatan yang aman dan berharga bagi pasien dengan kontrol glikemik yang buruk.

Keuntungan lain dari pompa insulin adalah, tidak perlu menyedot insulin ke dalam jarum suntik untuk mengukur dosisnya.