Secara umum, aterosklerosis terdapat pada orang paruh baya dan lanjut usia. Akibat aterosklerosis, elastisitas dinding pembuluh darah berkurang dan laju aliran darah terpengaruh, yang dapat menyebabkan penyakit serebrovaskular iskemik dan hemoragik. Dalam kasus penyakit serebrovaskular, mati rasa pada tangan bisa disertai gejala defisit neurologis lainnya, seperti sakit kepala, pusing, afasia dan disartria, yang bisa dikonfirmasi dengan tes CT atau MRI. Kedua, mati rasa pada tangan di usia paruh baya dan lansia juga dapat disebabkan oleh spondilosis servikal, yang dapat terjadi ketika kantung dural dan akar saraf tertekan akibat osteoporosis atau degenerasi tulang belakang servikal seiring bertambahnya usia. Untuk mati rasa pada tangan yang disebabkan oleh spondilosis servikal, biasanya lebih terasa pada malam hari dan berkurang di pagi hari setelah beraktivitas, sehingga diagnosis dapat dikonfirmasi dengan MRI tulang belakang servikal.