Gatal pada kemaluan wanita harus didasarkan pada penyebabnya, umumnya dianggap sebagai vaginitis, eksim vulva, dermatitis kontak, folikulitis, dan kondisi lain yang disebabkan oleh penggunaan krim antibiotik, krim anti-jamur, krim glukokortikoid, dan terapi obat lainnya.
1. Vaginitis: pseudomikosis vulvovaginal (dapat mengoleskan krim mikonazol nitrat dengan supositoria klotrimazol), trikomonas (krim metronidazol topikal dengan tablet effervescent vagina metronidazol), bakteri (krim klindamisin dengan tablet effervescent vagina metronidazol), dan sebagainya.
2. Eksim vulva: dapat diobati dengan krim glukokortikoid seperti salep deksametason asetat dan krim hidrokortison.
3. Dermatitis kontak: misalnya, jika wanita alergi terhadap celana dalam, pembalut wanita, dll., dapat diobati dengan mengoleskan larutan asam borat 3% dengan kompres basah, bersama dengan krim mometason furoat dan krim glukokortikoid lainnya.
4. Folikulitis: peradangan folikel rambut lokal dapat mengiritasi kulit yang menyebabkan gatal, Anda dapat menggunakan salep eritromisin, salep moksifloksasin, dan salep antibiotik lainnya untuk mengobatinya.
Gatal pada kemaluan wanita juga dapat disebabkan oleh alasan lain, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, setelah diagnosis yang jelas untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sasaran. Obat-obatan di atas harus digunakan sesuai dengan saran medis, jangan mengobati sendiri.