Inilah sepuluh hal yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi

  Impotensi adalah disfungsi seksual pria yang paling umum, atau singkatnya DE, dan didefinisikan sebagai ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dan memiliki kehidupan seksual yang memuaskan selama lebih dari tiga bulan. Manifestasi utama adalah ereksi yang lambat atau sulit pada awal hubungan seksual; kadang-kadang ereksi tercapai tetapi tidak cukup keras untuk menyebabkan kesulitan dalam penetrasi atau tidak ada penetrasi sama sekali. Impotensi biasanya dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular, hiperlipidaemia, diabetes, hipotiroidisme, defisiensi androgen, hiperprolaktinemia, hiperestrogenemia, obesitas, perokok berat dalam jangka panjang, penyalahgunaan alkohol, dan kurang olahraga. Insiden impotensi secara bertahap meningkat seiring bertambahnya usia, dengan insiden impotensi melebihi 50% pada pria dewasa di atas usia 40 tahun. Sekarang, pada awalnya dibagi menjadi tiga kategori utama: psikologis, organik dan campuran.

  1. Minum alkohol

  Banyak orang merasa bahwa alkohol dapat membantu, tetapi pada kenyataannya sangat sulit untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan ketika Anda minum terlalu banyak. Setelah minum banyak alkohol, kapasitas ereksi pria akan berkurang secara signifikan. Selain itu, efek diuretik yang disebabkan oleh alkohol juga akan mengganggu fungsi seksual.

  2. Stres

  Di bawah beban hidup dan pekerjaan, mungkin sulit bagi pria dan wanita untuk aktif secara ‘seksual’. Stres dapat mempengaruhi banyak fungsi tubuh, termasuk penis pria.

  Ingin menghilangkan stres? Cobalah mengubah gaya hidup Anda dan bersantai. Olahraga teratur dan tidur yang cukup akan membantu, dan jika perlu, carilah bantuan profesional.

  3. Kemarahan

  Ketika Anda marah, darah mengalir deras ke wajah Anda, bukan ke area di mana pria perlu memamerkan kejantanan mereka saat berhubungan seks.

  Apakah Anda marah dengan pasangan Anda atau dengan orang lain, sulit untuk menciptakan romantisme ketika Anda marah. Merajuk atau mengamuk bisa membuat perbedaan besar pada performa di ranjang.

  4. Kecemasan

  Khawatir tentang performa Anda di tempat tidur, atau kecemasan di area lain dalam hidup Anda, dapat memengaruhi performa saat berhubungan seks.

  Kekhawatiran ini dapat menyebabkan pria menghindar dan menolak keintiman. Ini adalah lingkaran setan yang konstan yang dapat menjadi beban berat pada kesejahteraan dan keintiman ‘seksual’.

  5 . Menggemukkan

  Obesitas dapat mempengaruhi fungsi seksual, dan itu bukan hanya karena kurangnya kepercayaan diri.

  Pria obesitas memiliki kadar testosteron yang rendah, hormon seks pria, yang mempengaruhi libido dan ereksi. Kelebihan berat badan juga berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan aterosklerosis, yang semuanya dapat mengurangi aliran darah ke penis.

  6. Citra diri

  Pria tertentu mungkin menganggap diri mereka tidak bugar dan berukuran kecil.

  Persepsi citra diri yang negatif tidak hanya dapat membuat pria kurang percaya diri tentang penampilan mereka, tetapi juga dapat menyebabkan kinerja yang tidak memuaskan di tempat tidur. Performa yang buruk dapat menyebabkan kecemasan dan bahkan menghalangi orang untuk mencoba berhubungan seks.

  7. Obat-obatan tertentu

  Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kinerja pria di tempat tidur.

  Ada daftar panjang obat umum yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi, termasuk antihipertensi tertentu, obat penghilang rasa sakit dan antidepresan. Tetapi jangan biarkan hal ini menghentikan Anda untuk mengonsumsinya, konsultasikan dengan dokter Anda jika perlu.

  Selain itu, beberapa obat, seperti kokain dan ganja, juga dapat menyebabkan disfungsi seksual pada pria.

  8. Depresi

  Otak adalah sabuk seks yang sering diabaikan. Gairah seksual dimulai pertama kali di otak dan kemudian menjalar ke seluruh tubuh.

  Depresi dapat mengurangi hasrat seksual dan menyebabkan disfungsi ereksi. Lebih buruk lagi, antidepresan juga dapat menekan dorongan seksual, yang menyebabkan kesulitan ereksi dan orgasme yang tertunda.

  9. Libido rendah

  Libido rendah dan disfungsi ereksi adalah dua hal yang berbeda, tetapi banyak faktor yang mempengaruhi ereksi juga dapat mengurangi hasrat ‘seksual’.

  Stres, kecemasan, kurang percaya diri, dan obat-obatan tertentu dapat menghambat dorongan seksual. Ketika emosi-emosi negatif ini dikaitkan dengan seks, minat ‘seksual’ bisa menukik.

  10. Kesehatan

  Banyak kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi ereksi. Misalnya, diabetes, tekanan darah tinggi, aterosklerosis, cedera tulang belakang, dan sklerosis multipel, semuanya terkait dengan disfungsi ereksi.

  Juga, prosedur bedah tertentu, seperti untuk prostat atau kandung kemih, dapat mempengaruhi saraf dan pembuluh darah yang mengontrol ereksi.

  Berbicara dengan dokter Anda tentang kehidupan seks Anda memang canggung, tetapi itu adalah cara terbaik untuk pulih. Jika Anda mengalami disfungsi ereksi, jangan malu untuk mengungkapkannya. Anda harus melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit biasa untuk menyingkirkan beberapa faktor risiko. Dokter Anda akan dapat menemukan masalahnya dan menyarankan beberapa intervensi yang sesuai, seperti berhenti merokok atau menurunkan berat badan.

  Selain itu, obat-obatan, terapi hormon atau konseling psikologis juga dapat digunakan dalam pengobatan disfungsi ereksi pada pria.