Pada banyak pasien, penyakit ini bermanifestasi pada diri mereka sendiri, tetapi terkait erat dengan keluarga. Sebagai contoh, ada seorang anak perempuan yang mementingkan diri sendiri yang, setelah dua kali pengalaman kerja yang singkat dan tidak berhasil setelah lulus dari universitas, menutup pintunya dan meminta ibunya untuk mengurus segala sesuatu dari masa kanak-kanak hingga dewasa, bahkan di universitas, di mana ia menyimpan pakaian dalamnya dan menunggu ibunya datang dari luar negeri sebulan sekali untuk memusatkan pencucian. Dalam kasus lain, meskipun penyakitnya tidak secara khusus berhubungan dengan keluarga, perawatan penyakitnya membutuhkan toleransi, kehangatan, pengertian, dan dukungan dari keluarga, yang tentu saja juga membutuhkan bimbingan dan keterampilan. Jadi, orientasi keluarga adalah pendekatan penting dalam psikoterapi, jadi mari kita bekerja sama untuk kesehatan orang yang kita cintai!