Kekurangan cadangan hipermetropia mengacu pada penurunan jumlah hipermetropia yang biasanya terjadi pada anak, yang menunjukkan bahwa anak tersebut dapat mengalami miopia di masa depan dan memerlukan intervensi dini. Karena bola mata anak-anak belum berkembang dengan baik, bola mata mereka masih relatif datar dan sumbu matanya relatif pendek, sehingga mereka mengalami rabun dekat. Seiring dengan bertambahnya usia, bola mata mereka akan berkembang secara bertahap dan ketajaman penglihatan mereka kembali normal, yang merupakan proses fisiologis normal. Oleh karena itu, jika hipermetropia pada anak kurang dari kisaran normal untuk usia tersebut, hal ini disebut defisiensi cadangan hipermetropia, dan akan dengan mudah berkembang menjadi miopia di masa depan. Jumlah hipermetropi pada anak bervariasi pada usia yang berbeda. Menurut “Panduan Pencegahan dan Pengendalian Miopia Taman Kanak-kanak” dari Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan, seorang anak harus memiliki 300 derajat hipermetropi pada usia 0-3 tahun, yang secara bertahap menjadi lebih kecil dan lebih kecil seiring bertambahnya usia. Anak-anak dengan cadangan hipermetropi yang tidak mencukupi dianjurkan untuk melakukan aktivitas di luar ruangan setiap hari, mengontrol penggunaan mata dekat, menggunakan mata secara ilmiah, dan menghindari penggunaan produk elektronik dalam waktu lama. Anak-anak dengan miopi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu untuk menilai kondisinya dan mengikuti instruksi dokter untuk pengobatan.