Seorang ayah dengan poliuria nokturnal dapat melakukan tes urin rutin dan USG urin (untuk mengukur sisa urin). Jika perlu, investigasi yang lebih mendalam, sistematis, dan komprehensif seperti sinar-X, CT, tes PSA serologis, dll. perlu dilakukan di bawah pengawasan medis.
Ini adalah salah satu dari tiga tes dasar yang dapat membantu dokter untuk mendapatkan gambaran dasar pasien dan membuat diagnosis awal penyakit saluran kemih dan penyakit ginjal. Jika tidak ada hasil abnormal yang terlihat dalam pemeriksaan urin rutin, pemeriksaan rektal atau USG urologi dapat dilakukan untuk menentukan ukuran kelenjar prostat. Prostat adalah organ unik pria yang dapat mengalami perubahan degeneratif seperti hiperplasia seiring bertambahnya usia, yang dapat menekan uretra dan kandung kemih serta menimbulkan gejala enuresis nokturnal.
Jika masih belum ada temuan abnormal, kemungkinan penyakit sistemik lainnya perlu dipertimbangkan dan CT, sinar-X, serologi dan tes lainnya dilakukan secara selektif tergantung pada situasi spesifik.