Pembentukan dan perkembangan fibrosis hati adalah hasil dari sintesis multifaktorial dan multi-linked, sehingga diagnosis fibrosis hati perlu dikonfirmasi dengan tes berikut: 1. Tes biokimia: serum HA (asam hialuronat), LN (laminin), PCIII (prokolagen tipe III), dan IV-C (kolagen tipe IV), keempat indikator ini dapat secara akurat mencerminkan derajat fibrosis hati, terutama HA dan PCIII memiliki nilai diagnostik tertinggi untuk fibrosis hati awal yang tertinggi; 2, pemeriksaan pencitraan: USG memiliki korelasi yang baik dengan tahap fibrosis hati untuk lima parameter: permukaan hati, gema hati, vena hati, margin hati dan volume limpa, tetapi sulit untuk membedakan antara tahap 1-3; ultrasonografi Doppler warna atau pemindaian radionuklida dapat menentukan aliran darah dan pirau portal fungsional arteri hati dan vena portal; 3, pemeriksaan patologi biopsi hati: Pemeriksaan ini adalah diagnosis fibrosis hati: pemeriksaan ini adalah standar emas untuk diagnosis fibrosis hati dan merupakan dasar penting untuk membuat diagnosis yang jelas, mengukur aktivitas peradangan, tingkat fibrosis dan menentukan kemanjuran obat.