Bronkitis adalah reaksi peradangan pada bronkus. Gejala-gejalanya biasanya muncul dalam dua cara: akut dan kronis. Bronkitis akut dapat dimulai dengan gejala infeksi peluit bagian atas, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, suara serak, demam rendah, takut kedinginan, lemas, batuk-batuk, dan batuk berdahak. Batuk dapat dipicu atau diperparah dengan menghirup udara dingin atau bau yang mengiritasi, atau karena terpapar udara dingin, dan dapat menyebabkan mual dan muntah serta nyeri pada otot dada apabila batuknya parah. Gejala-gejala bronkitis kronis adalah: batuk yang berulang dan memburuk, yang sangat hebat ketika bangun tidur di pagi hari, tetapi baik-baik saja di siang hari, atau dalam kasus yang parah, batuk yang tidak terkendali siang dan malam. Dahak berwarna putih, lengket dan berbusa, dan bila dikombinasikan dengan infeksi saluran inhalasi, bisa terjadi mengi, dan infeksi mudah kambuh karena suhu musiman. Pada tahap awal tidak ada tanda-tanda khusus dan dapat terdengar suara kering. Diagnosis penyakit ini dapat didukung oleh tanda-tanda klinis dan pemeriksaan sinar-x. Prognosis bronkitis akut dan kronis masih sangat baik. Penting untuk dicatat bahwa pasien dengan bronkitis kronis harus menghindari masuk angin dan flu, dan memperhatikan penguatan perlindungan pribadi dan meningkatkan daya tahan saluran pernapasan dalam kehidupan sehari-hari, yang secara efektif dapat mencegah kambuhnya bronkitis kronis.