Pasien hipertensi manakah yang cocok untuk antagonis kalsium?

  Berbagai antagonis kalsium berikatan dengan saluran kalsium dalam membran sel otot polos jantung dan pembuluh darah dengan cara mereka sendiri yang berbeda, menghalangi aliran ion kalsium ke dalam dan mengurangi konsentrasi ion kalsium intraseluler. Perubahan konsentrasi kalsium intraseluler dapat mempengaruhi luncuran miofilamen kasar dan halus dalam sel otot polos jantung dan pembuluh darah, menghasilkan kontraksi otot polos dan diastol. Dengan demikian, ion kalsium memainkan peran katrol dalam sel otot polos jantung dan pembuluh darah. Ketika konsentrasi ion kalsium intraseluler menurun, otot polos menjadi rileks, resistensi pembuluh darah perifer menurun, dan arteri koroner melebar, menghasilkan efek hipotensi, anti-angina. Sebaliknya, apabila konsentrasi ion kalsium dalam otot jantung dan sel otot polos pembuluh darah meningkat, maka akan menyebabkan vasokonstriksi dan meningkatkan tekanan darah. Dari titik aksi inilah antagonis kalsium mencapai tujuan menurunkan tekanan darah.  Obat-obatan ini memiliki efek hipotensi yang signifikan pada pasien dengan hipertensi tingkat 1, 2 dan 3, dan semakin tinggi tekanan darah, semakin jelas efeknya, tanpa menyebabkan hipotensi postural dan reaksi hipotensi, dan tanpa mengurangi tekanan darah normal, yang secara medis disebut “hipotensi fisiologis”.  Menurut Pedoman Eropa 2003 untuk Pengobatan Hipertensi, antagonis kalsium dapat digunakan pada pasien dengan hipertensi umum (tanpa komorbiditas jantung, otak atau ginjal), tetapi mereka juga direkomendasikan untuk hipertensi dengan angina pektoris, penyakit pembuluh darah perifer dan lansia, serta pasien hipertensi dengan hipertensi sistolik dan toleransi glukosa berkurang. Studi klinis baru-baru ini telah menegaskan kembali efek antihipertensi yang baik dan tolerabilitas antagonis kalsium dan kemampuan mereka untuk memperbaiki angina dan mencegah perkembangan aterosklerosis.  Saat ini, ada tiga kelas antagonis kalsium yang biasa digunakan dalam praktik klinis: (1) dihydropyridines, terutama nifedipine, nicardipine, felodipine, amlodipine, dll.; (2) diltiazem, termasuk diltiazem, dll.; dan (3) benzalkamines, diwakili oleh verapamil. Efek dari ketiga golongan obat ini pada pembuluh darah dan jantung ditunjukkan pada gambar.  Perbandingan efek dari tiga kelas antagonis kalsium

Dukung kami

Jika konten di atas bermanfaat bagi Anda, silakan klik tombol bagikan untuk membagikan artikel atau situs web. Ini adalah dukungan terbesar bagi kami.

Diskusi

Bagikan pengalaman Anda atau cari bantuan dari sesama pasien.

Bahasa Lain

English Español Português 日本語 Deutsch Français Bahasa Indonesia Русский