Ablasio retina yang berasal dari bukaan relatif umum dan dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada usia paruh baya dan lanjut usia (dengan atau tanpa miopia), mereka yang memiliki miopia tinggi, riwayat keluarga dan riwayat trauma mata, serta mereka yang baru saja menjalani operasi katarak. Ablasio retina juga dapat terjadi setelah dislokasi lensa akibat penyebab bawaan, genetik, atau trauma. Pada penderita rabun jauh, terutama mereka yang memiliki miopi tinggi, diameter mata bertambah, menyebabkan retina meregang dan suplai darah lokal menjadi buruk, sehingga tepi retina menjadi semakin tipis, sehingga lebih rentan terhadap ablasio retina akibat celah. Jika miopia semakin parah, atau jika mata terkena benturan dari luar, atau jika terjadi perubahan tekanan yang drastis, seperti tiba-tiba jatuh dari ketinggian (roller coaster), menyelam, naik mobil yang tidak rata, atau bola atau raket yang menghantam mata ketika sedang bermain bulu tangkis atau tenis, maka retina akan mengalami ablasio retina. Pada beberapa kasus, ablasi retina dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas.