Memar akibat benturan adalah fenomena fisiologis yang normal, tetapi juga dapat disebabkan oleh penurunan jumlah trombosit dan disfungsi koagulasi.
1. Fenomena fisiologis: setelah kulit pasien terbentur, pembuluh kapiler pecah, mengakibatkan perdarahan subkutan dan kemudian membentuk memar pada kulit.
2. Berkurangnya jumlah trombosit: Jika produksi trombosit tidak mencukupi atau penghancuran trombosit yang berlebihan dan distribusi trombosit yang tidak normal di dalam tubuh, sehingga jumlah trombosit berkurang, fenomena memar akan mudah terjadi saat pasien terbentur, yang biasanya disertai dengan ekimosis kulit, purpura, dan pendarahan serta gejala lainnya.
3. Gangguan koagulasi: Gangguan koagulasi biasanya berhubungan dengan faktor keturunan atau kelainan pada dinding pembuluh darah, yang dapat dengan mudah menyebabkan memar, biasanya disertai demam, menggigil, anemia, perdarahan dan gejala lainnya.
Memar juga dapat disebabkan oleh alasan lain, disarankan untuk pergi ke rumah sakit biasa tepat waktu untuk mengetahui penyebab spesifik, dan kemudian pengobatan yang ditargetkan, agar tidak menunda kondisi tersebut.