Penyebab dan bahaya penebalan endometrium

Penebalan endometrium dapat disebabkan oleh kehamilan, disfungsi ovarium, polip endometrium, kanker endometrium, dan faktor obat. Ada beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan, seperti memengaruhi menstruasi, infertilitas, dan risiko kanker. 1. Penyebab penebalan endometrium (1) Kehamilan: Setelah kehamilan, wanita juga dapat mengalami penebalan endometrium fisiologis karena peningkatan kadar estrogen dan progesteron. (2) Disfungsi ovarium: dapat menyebabkan sekresi estrogen yang tidak normal, yang dapat menyebabkan penebalan endometrium yang tidak normal akibat stimulasi endometrium yang berkepanjangan oleh estrogen tanpa antagonisme progesteron. (3) Polip endometrium: lesi jinak yang sebagian besar terjadi pada endometrium dengan pertumbuhan kelenjar dan mesenkim yang berlebihan, yang juga dapat menyebabkan penebalan endometrium. (4) Kanker endometrium: setelah menderita kanker endometrium, akibat rangsangan dari jaringan kanker, endometrium juga akan mengalami penebalan yang tidak normal. (5) Obat-obatan: beberapa wanita mengonsumsi estradiol dan obat lain dalam jangka waktu yang lama, yang juga dapat menyebabkan penebalan endometrium. 2. bahaya penebalan endometrium (1) mempengaruhi menstruasi: menstruasi disebabkan oleh pelepasan siklus lapisan rahim, dan penebalan endometrium dapat menyebabkan perdarahan vagina yang tidak teratur, menstruasi yang sedikit, atau fenomena menggiring bola menstruasi. (2) Infertilitas: Penebalan endometrium yang berlebihan dapat menyebabkan infertilitas karena sel telur yang telah dibuahi tidak dapat menempel dengan mudah, sehingga memengaruhi kehamilan. (3) Risiko kanker: Jika endometrium menebal dalam waktu yang lama, hal ini juga dapat meningkatkan risiko kanker. Ketika penebalan endometrium terjadi, Anda harus mengunjungi dokter kandungan sesegera mungkin.