Pengobatan Tiongkok sering mengacu pada manifestasi panas fungsional dalam organ tubuh ketika tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor. Api pada bayi biasanya dianggap disebabkan oleh faktor-faktor seperti pola makan, lingkungan dan emosi, dan manifestasinya dibagi menjadi berbagai kategori, dan praktisi TCM dapat mengklasifikasikan gejalanya sesuai dengan lokasi tubuh. Umumnya, perawatan makanan dan perawatan kulit dapat digunakan untuk meredakan ketidaknyamanan bayi dan, jika perlu, obat-obatan dapat diterapkan untuk memperbaikinya. I. Penyebab umum: 1. Pola makan: Biasanya, api pada bayi terutama berkaitan dengan pola makan, karena tubuh bayi belum berkembang dengan baik, dan limpa serta lambung lemah dalam fungsi pengangkutan dan transformasi. Misalnya, bayi yang sedang menyusui mungkin memiliki gejala kebakaran karena ibu mereka makan lebih banyak makanan yang dapat dengan mudah menyebabkan kebakaran, seperti leci, cabai, dan makanan yang digoreng. Beberapa bayi yang makan sendiri, seperti terlalu banyak makanan ringan, seperti cokelat, biskuit, gorengan, atau makan terlalu banyak, terlalu sering memberikan makanan tambahan, makan lebih tidak sabar, dll juga dapat menyebabkan kebakaran; 2, lingkungan: api bayi juga dapat dikaitkan dengan lingkungan eksternal, seperti cuaca panas, kering, dapat menyebabkan gejala kebakaran bayi; 3, emosi: seperti bayi sering dalam kegembiraan emosional, lekas marah, mudah tersinggung, dll, juga dapat menyebabkan kebakaran bayi. 4.Lainnya: Beberapa bayi mungkin juga lemah secara alami atau memiliki kondisi fisik yang buruk setelah sakit, yang menyebabkan kebakaran. Manifestasi klinis: 1. Api jantung: gejala-gejala seperti tidur gelisah di malam hari, panas di telapak tangan dan kaki, sering menangis, dll.; 2. Api perut: gejala-gejala seperti kehilangan nafsu makan, penumpukan makanan, sakit perut, diare, tinja kering, dll.; 3. Api hati: gejala-gejala seperti menangis, kehilangan nafsu makan, dan kotoran mata, dll. Beberapa bayi yang sudah bisa mengekspresikan diri mereka secara verbal mungkin menggambarkannya sebagai rasa pahit di mulut; 4. Api paru-paru: gejala-gejala seperti saluran hidung kering, batuk, batuk berdahak, lapisan lidah kekuningan, dll.; 5. Api hati: gejala-gejala seperti menangis, kehilangan nafsu makan, dan kotoran mata, dll. Gejala-gejala seperti lidah kuning dan berminyak; 5. Lainnya: Karena perbedaan individu yang besar, faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran pada bayi bervariasi dan manifestasi yang mungkin bervariasi dari orang ke orang. Bayi juga dapat mengalami mata merah, air seni berwarna kuning, sakit gigi, rambut kering, bibir pecah-pecah dan kulit pecah-pecah. Perbaikan: 1. Perawatan pola makan: Anda biasanya dapat memperbaiki pola makan bayi Anda untuk meredakan gejala api, minum lebih banyak air, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar, seperti melon musim dingin, loofah, bayam, akar teratai, dll. Hindari makanan yang digoreng, makanan dan camilan pedas dan merangsang. Jika bayi masih perlu disusui, ibu harus memperhatikan pola makan yang ringan dan bergizi, dll.; 2. Perawatan kulit: Beberapa bayi dengan kulit kering dan pecah-pecah karena cuaca kering atau panas dapat dihidrasi dengan mengoleskan krim atau emulsi untuk meredakan gejala kulit. Anda juga dapat melembabkan udara dengan menggunakan pelembab udara dan cara lain untuk mengurangi terjadinya gejala ini; 3, pengobatan untuk memperbaiki: jika bayi Anda mengalami diare, sakit perut, sembelit dan gejala lain yang menyebabkan bayi Anda menderita, Anda dapat memilih obat yang sesuai untuk perawatan di bawah bimbingan dokter Anda sesuai dengan penyebab penyakitnya. Jika bayi Anda terbakar karena penumpukan makanan, Anda dapat menggunakan butiran eliminasi makanan pediatrik dan Hovenia dan Pil Conduit. Jika bayi Anda menderita kebakaran akibat kekeringan dan panas, Anda dapat memilih untuk menggunakan pelet anti-panas.