1. Glukosa darah pra-prandial umumnya mengacu pada kadar glukosa darah sebelum makan siang atau makan malam. Glukosa darah postprandial mengacu pada glukosa darah setelah sarapan, makan siang, dan makan malam. Glukosa darah postprandial adalah metode yang paling umum digunakan untuk menyaring dan menemukan pasien diabetes dengan glukosa darah puasa yang normal, dan juga dapat mencerminkan status fungsional pulau pankreas. 2. Sebagai penyakit endokrin kronis, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius seperti jantung, mata, dan kaki seiring dengan perkembangan penyakit, sehingga diagnosis klinis dan pengobatan harus dilakukan sejak dini untuk menghindari keterlambatan penyakit. Hal ini bermanfaat untuk mempromosikan penggunaan tes biokimia untuk mendeteksi trigliserida, toleransi glukosa, glukosa darah puasa, dan indikator lainnya untuk memberikan dasar yang lebih baik untuk diagnosis klinis.3. Sebagai penyakit kronis yang mempengaruhi kesehatan fisik dan mental serta kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia, kejadian diabetes meningkat dari tahun ke tahun. Manifestasi klinis utama diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme endokrin, yang disebabkan oleh akumulasi glukosa dalam jumlah besar akibat penurunan kadar insulin dalam tubuh, yang menyebabkan gejala gula urin dan akhirnya menyebabkan diabetes mellitus. Gejala utama diabetes adalah minum berlebihan, poliuria, kelesuan dan lekas marah. Seiring dengan perkembangan penyakit ini, kadar glukosa darah tetap tinggi untuk waktu yang lama, yang dapat dengan mudah menyebabkan kerusakan pada jantung, saraf dan organ tubuh lainnya.