Hematuria dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, dan tumor saluran kemih. 1. Infeksi saluran kemih: misalnya, sistitis akut, kandung kemih merupakan organ yang kaya akan suplai darah. Ketika terjadi peradangan akut pada kandung kemih, maka akan terjadi kongesti difus dan edema mukosa kandung kemih. Pada kasus yang parah, mukosa kandung kemih akan memborok dan berdarah, membentuk hematuria. 2. Batu kemih: bila batu berukuran besar atau bentuknya tidak beraturan, maka akan mudah memotong selaput lendir saluran kemih, sehingga menyebabkan perdarahan pada saluran kemih dan menimbulkan fenomena hematuria. 3. Tumor saluran kemih: misalnya, tumor pelvis ginjal, pada pelvis ginjal muncul tumor, tumor menyerang jaringan perifer, tumbuh terus menerus dan menghancurkan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan pendarahan di ginjal dan menyebabkan hematuria. Pada stadium lanjut, hematuria ditandai dengan hematuria yang tidak nyeri dan terputus-putus. Selain hal di atas, hematuria juga dapat disebabkan oleh penyebab lain seperti disfungsi pembekuan darah, dll. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, mengikuti petunjuk dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, mengklarifikasi penyebabnya di bawah bimbingan dokter, dan secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk menangani atau mengobati penyebabnya.