Pasien dengan gigi yang hilang akan mempengaruhi estetika dan fungsi mengunyah. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada untuk menyediakan veneer gigi bagi pasien memiliki tiga metode: 1, gigi palsu yang dapat digerakkan: penggunaan kait logam untuk menahan gigi yang masih baik, pasien dapat melepas ikat pinggang sendiri, mudah dibersihkan, terjangkau. Namun, dua kelemahan dari metode ini adalah: estetika yang buruk, pasien berbicara atau tertawa ketika kait logam akan terbuka; sensasi benda asing yang tidak nyaman di mulut; menyikat gigi setelah makan; lepas landas sebelum tidur; efisiensi pengunyahan rendah. 2, gigi palsu cekat (jembatan porselen): gigi tetangga yang baik menggiling kecil setelah melakukan satu set jembatan yang direkatkan ke kedua sisi gigi, pasien tidak dapat melepas dan memakai. Indah dan nyaman, berapa pun harganya. Tapi itu akan merusak gigi mereka yang bagus, 5-6 tahun setelah gigi asli akan rusak atau bahkan dicabut. 3 . Implan gigi: Adalah menanamkan akar gigi tiruan logam (titanium) ke dalam tulang pada posisi gigi yang hilang, dan membuat mahkota porselen pada akar gigi tiruan setelah 3-6 bulan. Metode ini secara estetika menyenangkan dan nyaman serta tidak akan menyebabkan kerusakan pada gigi seseorang, tetapi harganya relatif tinggi. Pasien harus memilih metode veneer yang sesuai untuk diri mereka sendiri sesuai dengan kondisi mereka sendiri dan di bawah bimbingan dokter yang tepat.