Selenium memiliki efek perlindungan pada sel, dan terapi suplementasi selenium terutama digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit Keshan dan makrosomia. Suplementasi selenium bukanlah obat untuk diabetes, dan pasien juga harus menerima pengobatan penurun glukosa secara teratur, termasuk diet, olahraga, dan obat penurun glukosa. Selenium adalah komponen penting dari glutathione peroksidase, yang melindungi membran sel dengan membentuk glutathione peroksidase, yang memecah peroksida lipid, menghilangkan radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme di dalam tubuh, dan mencegah kerusakan peroksidatif pada membran sel. Kekurangan selenium dapat menyebabkan lesi pada jantung dan persendian, yang mengakibatkan penyakit Creutzfeldt-Jakob dan makrosomia. Terapi suplementasi selenium terutama digunakan untuk penyakit jantung koroner, miokarditis, penyakit Creutzfeldt-Jakob, dan makrosomia. Dianjurkan agar pasien diabetes mencari perhatian medis yang tepat waktu dan menerima perawatan rutin.