Orang dengan diabetes lebih mungkin mengalami masalah kaki karena diabetes merusak saraf dan memperlambat aliran darah ke kaki. American Diabetes Association (ADA) memperkirakan bahwa masalah kaki adalah alasan mengapa 1 dari 5 penderita diabetes mencari perawatan di rumah sakit.
Penting bagi penderita diabetes untuk merawat kaki mereka, karena perawatan kaki yang tidak tepat dapat menyebabkan amputasi kaki atau tungkai.
Dokter Anda akan memeriksa setiap tahun untuk masalah kaki dan jika Anda dapat merawat kaki Anda, Anda dapat mencegah komplikasi terkait diabetes.
Cuci dan keringkan kaki Anda setiap hari
Cuci kaki Anda dengan sabun lembut dan air hangat.
Oleskan lotion pada kaki setelah dicuci untuk mencegah retak, tetapi tidak di antara jari-jari kaki!
Periksa kaki Anda setiap hari
Perhatikan dengan cermat bagian punggung dan telapak kaki, atau mintalah bantuan jika Anda tidak bisa melihatnya sendiri.
Periksa kulit kering dan pecah-pecah.
Periksa apakah ada lecet, luka, goresan atau cedera lainnya.
Periksa apakah ada kemerahan, panas atau nyeri tekan ketika menyentuh setiap area.
Perhatikan kuku kaki yang tumbuh ke dalam, jagung dan kapalan.
Jika sepatu tidak pas sehingga menyebabkan lecet atau nyeri, jangan ‘menusuk’ mereka, bungkus dengan perban dan dapatkan sepasang sepatu baru.
Perawatan kuku kaki
Potong kuku kaki Anda setelah mandi saat kuku masih lunak. Potong lurus dan kemudian ratakan dengan kikir kuku, tanpa memotong ke sudut jari kaki.
Jangan memotong kutikula.
Hati-hati saat berolahraga
Kenakan sepatu yang nyaman ketika berjalan atau berolahraga dan jangan berolahraga berat ketika Anda memiliki ulkus terbuka di kaki Anda.
Kenakan sepatu dan kaus kaki untuk melindungi kaki Anda
Jangan pernah bertelanjang kaki dan selalu lindungi kaki Anda dengan mengenakan sepatu, sandal bersol keras atau sejenisnya setiap saat. Mengenakan sepatu atau sepatu bot akan melindungi kaki Anda dari efek cuaca seperti dingin dan basah.
Jangan mengenakan sepatu hak tinggi dan sepatu runcing. Jangan memakai sepatu yang tidak melindungi jari-jari kaki atau tumit Anda, seperti sepatu atau sandal berujung terbuka, karena kaki Anda rentan terhadap cedera dan infeksi.
Ganti kaus kaki Anda setiap hari dan kenakan kaus kaki serat alami seperti yang terbuat dari katun, wol atau campuran katun-wol, dan bukan kaus kaki yang ketat.
Ketika memakai sepatu baru, pilihlah untuk memakai kaus kaki yang Anda pakai secara teratur dan jangan memakai sepatu baru selama lebih dari satu jam pada satu waktu.
Lihat dan sentuh bagian dalam sepatu Anda dengan tangan Anda sebelum memakainya untuk mencegah zat-zat yang mengiritasi atau area kasar pada sepatu.
Jika disarankan oleh dokter Anda, pilihlah sepatu khusus berdasarkan rekomendasi.
Sepatu harus pas
Apakah sepatu terlalu sempit? Apakah hampir tidak mungkin untuk memasukkan kaki Anda ke dalam sepatu? Orang dengan gangguan neurologis (kerusakan saraf) tidak menyadari bahwa sepatu mereka terlalu ketat.
Gunakan metode sederhana berikut ini untuk memeriksanya.
Berdiri tanpa alas kaki di atas selembar kertas (selalu berdiri, bukan duduk, karena bentuk kaki akan berubah dalam posisi yang berbeda).
Gambar garis luar kaki.
Kenakan sepatu Anda dan berdirilah di atas selembar kertas lain.
Gambarkan garis luar sepatu.
Bandingkan keduanya.
Sepatu harus setidaknya 1 cm lebih panjang dari jari kaki terpanjang dan selebar kaki.
Bagaimana cara memilih sepatu yang tepat?
Sepatu untuk penderita diabetes harus memenuhi persyaratan berikut ini.
Bungkus di sekitar jari kaki dan tumit.
Sol luar terbuat dari bahan yang kaku.
Bagian dalam bagian atas kulit tidak memiliki jahitan.
Interior lembut tanpa area kasar.
Bagaimana cara menangani luka, benjolan kulit, borok dan luka bakar?
Bagi penderita diabetes, jangan menunda-nunda jika terjadi masalah kaki ringan, tetapi segera jelaskan cedera kaki dan infeksi kepada dokter Anda dan ikuti petunjuk dokter dan pedoman pertolongan pertama Anda.
Anda tidak boleh mengobati jagung, kapalan atau masalah kaki lainnya sendiri dan temui ahli penyakit kaki untuk menangani kondisi ini.
Periksa suhu air dengan siku Anda, bukan kaki Anda.
Jangan gunakan bantalan pemanas kaki.
Jangan menyilangkan kaki Anda.
Kapan saya harus diperiksa?
Dokter akan memeriksa kaki Anda pada setiap kunjungan penderita diabetes dan akan menemui Anda jika Anda melihat salah satu masalah berikut ini
Tinea pedis (retak di antara jari-jari kaki).
Ulkus atau luka pada kaki.
Kuku kaki tumbuh ke dalam.
Meningkatnya mati rasa atau nyeri.
Kapalan.
Kemerahan.
Kulit menjadi gelap.
Bunion.
Infeksi.
Mallet toe (pembengkokan permanen ke bawah dari sendi tengah jari kaki).