I. Prinsip-prinsip diet 1. Mengontrol energi kalori dan berat badan. Obesitas adalah salah satu faktor risiko hipertensi, dan alasan utama obesitas adalah asupan kalori yang disebabkan oleh kelebihan. Kelebihan panas dalam tubuh dapat diubah menjadi lemak yang disimpan di subkutan dan jaringan tubuh, sehingga menyebabkan obesitas. Telah diamati bahwa orang gemuk yang melebihi 25 kg berat badan normal memiliki tekanan darah sistolik 1,33 kPa (10 mmHg) dan tekanan darah diastolik 0,93 kPa (7 mmHg) lebih tinggi dari normal. Oleh karena itu, mengendalikan asupan kalori dan menjaga berat badan ideal adalah salah satu langkah penting untuk mencegah dan mengobati hipertensi. 2. Pembatasan garam. Survei epidemiologi telah menunjukkan bahwa asupan garam berkorelasi positif dengan perkembangan hipertensi, dan kejadian hipertensi secara signifikan lebih tinggi di daerah di mana garam dijual dalam jumlah besar. Oleh karena itu, secara umum dianjurkan bahwa di mana ada hipertensi ringan atau riwayat keluarga hipertensi, asupan garam sebaiknya dikontrol hingga kurang dari 5 gram per hari, dan asupan garam bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau gagal jantung gabungan harus lebih ketat dibatasi hingga 1 hingga 2 gram per hari. 3. Mengontrol lemak makanan. Rasio kalori lemak makanan harus dikontrol sekitar 25%, dengan maksimum tidak melebihi 30%. Kualitas lemak lebih penting daripada kuantitasnya. Lemak hewani tinggi asam lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kolesterol dan menyebabkan trombosis, meningkatkan kejadian stroke hipertensi; sedangkan lemak nabati tinggi asam lemak tak jenuh, yang dapat memperpanjang waktu aglutinasi trombosit, menghambat trombosis, menurunkan tekanan darah dan mencegah stroke. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak minyak nabati dan makanan lain dengan asam lemak jenuh rendah dan rendah kolesterol, seperti sayuran, buah-buahan, makanan gandum utuh, ikan, unggas, daging tanpa lemak, dan susu rendah lemak. 4. Makan lebih banyak makanan yang kaya vitamin C, seperti sayuran dan buah-buahan. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa di antara pasien lansia dengan hipertensi, mereka yang memiliki kandungan vitamin C tertinggi dalam darahnya memiliki tekanan darah terendah. Dipercaya bahwa vitamin C memiliki peran melindungi sel-sel endotel pembuluh darah arteri dari kerusakan oleh zat-zat berbahaya dalam tubuh. 5. Pastikan asupan kalsium yang memadai dalam makanan. Menurut laporan penelitian, diet harian dengan asupan kalsium 800 hingga 1000 mg dapat mencegah tekanan darah naik. Data survei epidemiologi membuktikan bahwa rata-rata asupan kalsium harian 450 sampai 500 mg populasi dibandingkan asupan kalsium 1400 sampai 1500 mg populasi, risiko hipertensi dua kali lebih tinggi. Diperkirakan bahwa peningkatan asupan kalsium harian rata-rata populasi sebesar 100 mg dapat mengurangi tekanan darah sistolik rata-rata 0,33 kPa (2,5 mmHg) dan tekanan darah diastolik rata-rata 0,173 kPa (1,3 mmHg). Dalam beberapa tahun terakhir, terapi cuka dan telur telah populer di seluruh dunia dengan efek penurun tekanan darah yang signifikan, dan peningkatan asupan kalsium mungkin menjadi salah satu alasannya. II. Contoh resep Sarapan: bubur nasi (50g beras) Kue kukus (40g tepung terigu, 10g tepung jagung, 5g gula) 1 potong buncis Nasi laut dicampur bayam (10g nasi laut, 100g bayam) Makanan tambahan: 200g buah Makan siang: nasi (150g beras) Tumis seledri dengan abon daging babi (50g daging babi tanpa lemak, 100g seledri) Sup rumput laut dan tahu (200g tahu, 50g rumput laut) Makan malam. Bubur millet (millet 50g) Roti kacang (tepung 50g, kacang adzuki 20g, gula 5g) Kerang kukus (kerang 100g) Tumis baby bok choy (baby bok choy 200g) Minyak untuk memasak 20g untuk sepanjang hari. Total energi kalori harian adalah sekitar 8400 kJ (2000 kkal). 3. Poin-poin penting dalam pemilihan makanan 1. Untuk mengontrol energi kalori, Anda harus mengontrol asupan makanan pokok dan lemak, dan kurangi atau hindari camilan permen, minuman manis, gorengan, dan makanan berenergi tinggi lainnya. 2, kurangi jumlah garam yang digunakan dalam memasak, dan cobalah untuk mengurangi makan makanan yang diasinkan seperti saus. 3. Kurangi makan daging berlemak dan lemak hewani, dan kendalikan makanan berkolesterol tinggi seperti otak hewan dan telur ikan. Cobalah untuk menggunakan minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak bunga matahari dan minyak nabati lainnya. 4.Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, terutama sayuran berwarna gelap. 5 . Tingkatkan asupan makanan laut secara tepat, seperti rumput laut, nori, ikan laut, dll.