Apa yang harus dimakan penderita diabetes?

Makan makanan yang masuk akal dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Tanyakan kepada dokter, ahli diet, atau edukator diabetes Anda untuk mendapatkan saran tentang cara mencatat jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Asupan karbohidrat memengaruhi kadar glukosa darah dan dapat dicatat menggunakan indeks glikemik. Indeks glikemik memberikan indikasi peningkatan glukosa darah yang disebabkan oleh makanan yang berbeda. Semakin tinggi indeksnya, semakin jelas peningkatan gula darah yang ditimbulkan.

Selain itu, kiat-kiat berikut ini bisa dicoba.

Diversifikasi diet Anda: ini dapat dengan mudah memastikan asupan buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan protein tanpa lemak yang tinggi.
Fokus pada kalori: usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas, semuanya memengaruhi jumlah makanan yang dibutuhkan untuk menambah, menurunkan, atau mempertahankan berat badan.
Makan lebih banyak serat: ini dapat diperoleh melalui makanan seperti biji-bijian, buah, sayuran, kacang-kacangan dan kacang-kacangan. Orang dengan diabetes tipe II dapat memperbaiki kadar gula darah dan kolesterol mereka dengan diet tinggi serat.
Serat paling baik diperoleh dari makanan, tetapi tentu saja Anda juga bisa mendapatkan kebutuhan harian Anda dari suplemen seperti pisang raja dan metil selulosa.
Penting untuk meningkatkan asupan serat Anda secara bertahap, jika tidak, hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kembung atau kram, dan juga penting untuk minum banyak air.

Berapa banyak yang harus Anda makan?

Periksa kandungan setiap bahan seperti yang tertera pada label Fakta Nutrisi. Ukuran porsi yang Anda konsumsi mungkin lebih kecil dari yang Anda pikirkan. Makanlah sesuai dengan Rencana Makan Diabetes. Makan terlalu banyak kalori dapat menyebabkan lemak tubuh dan penambahan berat badan.

Namun, jangan diet. Makanlah makanan dan camilan biasa setiap hari.

Bagaimana saya bisa menurunkan kadar kolesterol saya?

Jika Anda juga menderita hiperkolesterolaemia, dokter Anda dapat merekomendasikan program perubahan gaya hidup terapeutik (TLC) untuk Anda.

Program ini dirancang untuk membantu pasien menurunkan kadar kolesterol mereka, menurunkan berat badan, dan berolahraga lebih banyak. Hal ini membantu mencegah penyakit jantung, yang lebih mungkin dialami oleh penderita diabetes.

Di bawah paket makanan TLC, Anda perlu.

Jaga asupan kalori Anda dari lemak pada 25-35% dari total asupan harian Anda.
Batasi asupan kalori harian Anda dari lemak jenuh tidak lebih dari 7%, dari lemak tak jenuh ganda tidak lebih dari 10%, dan dari lemak tak jenuh tunggal (seperti minyak sayur atau kacang-kacangan) tidak lebih dari 20%.
Jaga asupan kalori Anda dari karbohidrat hingga 50-60% dari total asupan harian Anda.
Konsumsi 20-30g serat per hari.
Jaga asupan kalori dari protein hingga 15-20% dari total asupan harian.
Batasi asupan kolesterol hingga 200mg per hari.
Selain itu, diperlukan lebih banyak latihan.

Bolehkah saya makan gula?

Anda mungkin pernah mendengar bahwa penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi sukrosa. Sementara sebagian dokter meyakini hal itu, sebagian lainnya lebih lunak dalam hal ini.

Kebanyakan orang saat ini percaya bahwa Anda dapat makan makanan manis dalam jumlah kecil selama Anda memiliki rencana makan yang masuk akal dan sehat. Efek sukrosa dalam meningkatkan gula darah dalam tubuh tidak lebih jelas daripada pati.

Namun demikian, penting untuk diingat bahwa gula adalah karbohidrat. Oleh karena itu, ketika makan makanan manis seperti biskuit, kue, atau permen, Anda tidak boleh makan karbohidrat atau pati lain (misalnya kentang) atau kadar gula darah Anda bisa melampaui batas.

Anda dapat mengubah jenisnya, tetapi jangan menambah asupan Anda. Ini karena total asupan gula lebih penting daripada sumbernya.

Catatlah makanan yang diganti dalam karbohidrat yang Anda harapkan untuk dikonsumsi hari itu. Jika gula ditambahkan ke dalam makanan, pengobatan perlu disesuaikan. Jika Anda menggunakan insulin, sesuaikan dosis insulin untuk mengatasi asupan karbohidrat ekstra sehingga Anda dapat mengontrol kadar glukosa darah Anda semaksimal mungkin. Uji glukosa darah Anda setelah makan makanan manis.

Periksa label bahan makanan atau minuman untuk melihat berapa banyak gula atau karbohidrat di dalamnya. Selain itu, periksa juga kandungan kalori dan lemak dari setiap sajian.

Pemanis apa saja yang tersedia?

Pemanis buatan dapat ditambahkan ke makanan atau minuman. Namun demikian, banyak pemanis buatan yang mengandung karbohidrat, jadi periksalah label bahannya dengan saksama. Jika perlu, sesuaikan makanan lain dalam makanan Anda atau jumlah obat yang Anda gunakan untuk mengontrol kadar gula darah Anda.

Sebagian pemanis yang disebut gula alkohol mengandung sejumlah kalori dan dapat menyebabkan sedikit peningkatan kadar gula darah. Jika dimakan secara berlebihan, mereka dapat dengan mudah menyebabkan perut kembung atau diare. Contohnya termasuk

Xylitol
Mannitol
Sorbitol
Stevia adalah pemanis alami bebas kalori.

Bolehkah saya minum alkohol?

Silakan tanyakan kepada dokter Anda, apakah Anda boleh minum alkohol. Jika dokter Anda mengatakan ya, minumlah alkohol hanya sesekali ketika kadar gula darah Anda terkontrol dengan baik. Sebagian besar wine dan campurannya mengandung gula dan alkohol yang tinggi kalori.