Orang tua memiliki sejumlah tugas penting yang harus dilakukan ketika anak mereka menderita diabetes: mereka perlu memeriksa kadar gula darah mereka, memberi mereka insulin, memastikan mereka makan makanan yang tepat dan menjaga gula darah mereka dalam kisaran yang sehat setiap saat. Banyak hal yang harus dihadapi, tetapi jika Anda tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi apa pun, Anda akan dapat melakukannya dengan benar.
Tetap berpegang pada target pengujian glukosa darah
Dokter Anda akan menyarankan seberapa sering menguji gula darah anak Anda, berapa nilai targetnya dan metode apa yang paling tepat. Pengujian dapat dilakukan dengan mengambil darah dari ujung jari atau bagian lain dari tubuh, dan anak mungkin juga memiliki meteran glukosa darah khusus.
Insulin dapat diberikan melalui suntikan atau dengan pompa insulin. Dokter akan menyarankan kapan menggunakannya dan dosis yang harus diberikan.
Anak-anak sering tidak menyukai suntikan, tetapi ada cara lain untuk mempermudah pemberian obat
Latihan pernapasan. Tarik napas dalam-dalam bersama anak Anda dan bantu dia untuk rileks. Mungkin lebih mudah jika anak tenang. Jika anak lebih muda, mintalah dia meniupkan tongkat gelembung, yang akan memungkinkannya bernapas secara perlahan dan dalam.
Biarkan anak memilih jari mana yang akan menerima tusukan jarum. Biarkan dia menghitung sampai nol dengan dirinya sendiri sehingga dia tahu kapan jarum akan menembus kulit.
Makan secara ilmiah dan sebagai keluarga
Jika anak Anda menderita diabetes, doronglah seluruh keluarga untuk menerapkan pola makan ilmiah. Jika setiap anggota keluarga melakukan perubahan, anak Anda tidak akan merasa kehilangan kesempatan untuk makan. Tanyakan kepada dokter Anda apakah anak Anda memerlukan perawatan untuk acara khusus, seperti ulang tahun, dan jika demikian, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda perlu menyesuaikan dosis insulinnya.
Pantau latihan anak Anda
Jika anak Anda berolahraga atau berencana untuk meningkatkan olahraga, uji kadar glukosa darah sebelum ia mulai berolahraga. Dan periksa lagi selama dan setelah berolahraga.
Efek olahraga pada kadar glukosa darah dapat bertahan hingga 24 jam, sehingga anak mungkin perlu mengonsumsi insulin ekstra atau makan camilan ekstra. Buatlah rencana latihan dengan dokter Anda.
Tetap berhubungan dekat dengan sekolah
Dengan bantuan dokter, rencana penatalaksanaan penyakit dapat dibuat bersama dan salinannya diserahkan ke sekolah anak. Rencana tersebut harus merinci apa yang harus dilakukan sekolah untuk setiap kondisi, dan pertanyaan-pertanyaan berikut ini akan membantu untuk memulai rencana tersebut.
Pengobatan apa yang harus diterima anak ketika kadar glukosa darahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah?
Dapatkah anak memantau kadar glukosa darahnya sendiri?
Pedoman apa yang perlu diikuti ketika berolahraga berdasarkan kadar glukosa darah atau faktor lainnya?
Dengan bekerja sama, orang tua dan staf di sekolah anak Anda dapat memastikan bahwa diabetesnya terkendali.
Meningkatkan kemandirian anak Anda
Kaum muda membutuhkan lebih banyak kebebasan dan kemandirian. Jika seorang anak remaja dan menderita diabetes, kemungkinan besar dia ingin mengelola penyakitnya sendiri, atau setidaknya dengan sedikit bantuan dari orang tua.
Mungkin mengkhawatirkan bagi orang tua untuk melepaskan sebagian kendali atas penyakit anak mereka, karena kesalahan dan masalah dapat terjadi di sepanjang jalan, tetapi ini adalah langkah penting saat anak tumbuh menjadi dewasa.
Jika anak Anda siap untuk mengelola diabetesnya sendiri, cobalah hal-hal berikut ini untuk membantu anak Anda meningkatkan rasa tanggung jawabnya untuk mengendalikan penyakitnya.
Lepaskan kendali secara bertahap dan perlahan-lahan dan pastikan dia sanggup melakukan pekerjaan itu.
Cobalah untuk tidak berulang kali menyalahkannya atas perilaku manajemen.
Selalu pujilah anak Anda ketika dia melakukannya dengan baik. Hal ini akan memotivasi dia untuk terus berusaha memperbaiki penatalaksanaan penyakitnya.
Izinkan anak untuk menghabiskan waktu sendirian dengan dokter. Hal ini akan membantu anak untuk memperkuat kontrolnya terhadap penyakitnya.
Katakan kepada anak Anda bahwa ia dapat berbicara dengan siapa pun tentang apa pun.