I. Implan gigi memiliki hubungan yang sama antara gigi dan periodonsium seperti halnya gigi asli. Bagian implan yang menusuk gingiva membentuk manset epitel dengan epitel gingiva, mencegah berbagai infeksi dalam mulut memasuki antarmuka implan-osteointegrasi dan dengan demikian menjaga stabilitas jangka panjang implan gigi. Efek biologis yang merusak dari bakteri, virus, dan lain-lain pada manset ini serta efek mekanis yang merusak manset ini ketika implan gigi mengalami tekanan berdampak langsung pada umur panjang implan gigi. Dengan demikian, perlu dilakukan pembersihan implan khusus di sekitar implan gigi dan pembersihan rutin pada gigi asli di sekitarnya. Kedua, implan gigi perlu dikoordinasikan dengan gigi asli untuk menjaga fungsi normal sistem mulut dan rahang. Untuk mempertahankan implan gigi dengan baik, di satu sisi, implan gigi memakai dengan kecepatan yang berbeda dengan gigi asli, yang akan mengganggu pembentukan keausan fisiologis (gigi) dan dengan demikian menyebabkan trauma (gigi); di sisi lain, gigi asli selalu memiliki gerakan ke arah depan dan ke arah permukaan oklusal, sedangkan implan gigi tidak memiliki tenaga pendorong untuk kedua gerakan arah ini. Oleh karena itu, implan gigi perlu disesuaikan secara teratur dengan perubahan hubungan tersebut. Ketiga, implan gigi terdiri dari beberapa bagian seperti gigi asli, tetapi sementara bagian-bagian gigi asli disatukan secara organik, implan gigi disatukan dengan sekrup atau bahan pengikat. Sambungan mekanis dibatasi oleh umur kelelahan dan sifat mekanis, yang dapat menyebabkan melonggarnya berbagai bagian implan gigi; sambungan perekat dapat menyebabkan melonggarnya restorasi karena melonggarnya atau penuaan perekat. Oleh karena itu, komponen implan gigi perlu diperiksa secara teratur untuk memastikan bahwa komponen tersebut tidak rusak dan diperbaiki tepat waktu. Implan gigi dapat dipertahankan untuk waktu yang lama!