Beberapa pasien dengan koarktasio aorta memerlukan implantasi stent besar yang tumpang tindih. Prosedur ini sederhana dan aman dan merupakan andalan koarktasio DeBakey tipe III. Namun demikian, sebagian besar pasien mengalami rasa tidak nyaman setelah prosedur, seperti nyeri punggung dan demam. Baru-baru ini, setelah penggantian lengkung aorta total dan implantasi stent besar intraoperatif pada aorta desenden untuk pasien DeBakey tipe I, kami melakukan stent besar lainnya yang distal ke implantasi stent yang tumpang tindih, yang berjalan sangat baik. Namun, pasien mengalami gejala parah setelah operasi, termasuk sesak dada, batuk dan pola makan yang buruk, yang secara serius memengaruhi kehidupan normalnya. Mengapa gejala-gejala ini terjadi setelah pemasangan stent? Pertama, stent itu sendiri adalah benda asing dan tubuh akan selalu bereaksi dengan cara tertentu, dalam bentuk demam dan kelemahan. Kedua, karena aorta lebih tebal setelah pemasangan stent, dinding aorta akan meregang dan menyebabkan nyeri. Ketiga, penebalan aorta dapat menyebabkan sesak di dada, sesak napas, batuk, dan bahkan obstruksi makan dan minum akibat tekanan pada organ di sekitarnya, seperti trakea, kerongkongan, dan lobus paru-paru. Bagaimana masalah-masalah di atas bisa diatasi? Sebagian besar masalah dapat diatasi dengan cepat saat tubuh beradaptasi, seperti demam, lemas dan nyeri. Beberapa gejala kompresi dapat berlangsung lebih lama dan dapat diatasi dengan istirahat, peningkatan nutrisi dan obat oral yang sesuai seperti Dexedrine untuk menengahi saraf.