Apa yang dimaksud dengan erupsi gigi susu yang terlambat?

Bayi normal biasanya mulai tumbuh gigi pada usia 6 bulan, dan merupakan hal yang normal jika mereka mulai tumbuh gigi paling lambat pada usia 10 bulan. Jika lebih dari 10 bulan belum juga muncul gigi, maka dalam ilmu kedokteran disebut “gigi susu terlambat tumbuh”. Seluruh proses perkembangan gigi berkaitan erat dengan faktor lingkungan internal dan eksternal tubuh. Penyebab paling umum dari terlambatnya erupsi gigi susu adalah kekurangan kalsium, yang secara medis dikenal sebagai rakhitis akibat kekurangan vitamin D. Tidak berfungsinya metabolisme kalsium dan fosfor dalam tubuh anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D akan menunda perkembangan kuman gigi, yang mengakibatkan terlambatnya kemunculan gigi susu. Selain kekurangan kalsium, gangguan metabolisme endokrin, seperti hipotiroidisme (kretinisme), juga dapat menghambat pembentukan kuman gigi dan menunda kemunculan gigi. Selain itu, gangguan neurologis dan penyakit infeksi tertentu, serta keterbelakangan tulang bawaan, dapat mengganggu proses pertumbuhan, perkembangan, kalsifikasi, dan erupsi gigi. Ada juga penyakit langka yang dilaporkan yaitu DD congenital amaurosis, yang mengacu pada malformasi edentulous yang tidak menghasilkan satu gigi pun seumur hidup. Selain edentulous, pasien jarang disertai dengan keterbelakangan rambut, kuku, kelenjar sebaceous, kelenjar keringat, dan sebagainya. Ketika bayi tumbuh gigi, terutama jika ia belum tumbuh gigi selama lebih dari satu tahun, tidak dapat dipungkiri bahwa hal itu pasti disebabkan oleh kekurangan kalsium dan pemberian suplemen kalsium secara membabi buta kepada anak, ia harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya, dan kemudian dirawat oleh dokter sesuai dengan gejalanya. Pertumbuhan dan perkembangan gigi anak dimulai sejak masa janin, tepatnya sejak 6 minggu setelah kehamilan ibu. Agar anak dapat tumbuh dengan gigi yang sehat, perawatan kesehatan harus dimulai sejak masa kehamilan. Penting untuk memastikan bahwa ibu hamil, ibu menyusui dan bayi mengkonsumsi protein, vitamin dan berbagai mineral yang cukup setiap hari, memperkuat latihan fisik, mendapatkan banyak sinar matahari, dan terutama suplemen kalsium. Berikan 4-5 bulan anak-anak makan roti kering, biskuit keras, dll., Dapat melatih tempat tidur gigi, kondusif untuk perkembangan tulang rahang anak dan erupsi gigi susu.