Konstipasi adalah hal yang umum terjadi pada bayi muda dan merupakan masalah bagi orang tua. Konstipasi dapat bermanifestasi dalam bentuk buang air besar yang lebih jarang (≤2/minggu), tinja yang kering, buang air besar yang lama dan berat, rasa nyeri dan perasaan buang air besar yang tidak tuntas. Konstipasi kronis mempengaruhi kesehatan anak dan dapat menyebabkan fisura anus, hemoroid, kehilangan nafsu makan dan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, konstipasi bukanlah masalah kecil dan selain pengobatan dan terapi perilaku, perawatan diet juga penting. Karena tinja terdiri dari sisa makanan, air dan bakteri, maka jumlah dan frekuensi tinja sangat erat kaitannya dengan pola makan. Pola makan yang tepat dapat membantu mengobati sembelit, dan menyusui anak Anda yang berusia 1 tahun sebanyak mungkin dapat mencegah dan mengurangi sembelit. Minumlah banyak air untuk menjaga rongga usus tetap terhidrasi cukup untuk melunakkan tinja, sehingga dapat mengobati tinja yang kering. Ubah struktur diet untuk meningkatkan serat makanan, termasuk buah-buahan (pisang matang, apel, pir, dll.), sayuran segar (seledri, daun bawang, bayam, kubis, lobak, dll.), biji-bijian dan kentang, dan kurangi asupan makanan berprotein tinggi, olahan dan olahan. Sebagian besar konstipasi bersifat fungsional, tetapi pengobatannya bersifat jangka panjang dan biasanya cenderung kambuh kembali. Pendidikan keluarga dan promosi kesehatan harus ditekankan, dan sebagian besar dapat diperbaiki dan disembuhkan melalui pola makan dan gaya hidup yang masuk akal. Sebagian kecil konstipasi memerlukan pengobatan dan sebagian kecil konstipasi organik memerlukan perawatan seperti pembedahan. Oleh karena itu, jika perawatan diet tidak efektif, Anda perlu mencari pertolongan medis.