Minum alkohol dalam jumlah kecil setiap hari mungkin merupakan bentuk rekreasi bagi banyak orang. Namun, sebuah penelitian terbaru oleh para ilmuwan Amerika yang diterbitkan dalam British Medical Journal telah memberikan tanda tanya mengenai hal ini? Studi ini menemukan bahwa alkohol dalam jumlah kecil (misalnya setengah tael per hari untuk wanita Tionghoa dan satu tael per hari untuk pria) dikaitkan dengan peningkatan risiko semua jenis kanker dibandingkan dengan mereka yang tidak minum alkohol. Orang dengan riwayat keluarga dengan kanker, terutama kanker payudara, harus mengurangi minum, atau bahkan berhenti minum. Hal ini karena risiko kanker payudara meningkat sebesar 13% untuk wanita yang minum alkohol dalam jumlah kecil, dan sebesar 66% untuk mereka yang minum lebih dari 2 tael alkohol per hari. Jika insiden kanker payudara pada wanita yang tidak minum alkohol ditetapkan sebesar 8 per 1.000, maka setengah tael alkohol per hari meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak satu dari 1.000 orang (9 per 1.000); risiko kanker meningkat secara linear bagi mereka yang minum lebih dari satu tael alkohol per hari, dan meningkat lebih jauh bagi perokok pria. Namun, minum alkohol dalam jumlah besar pada satu waktu tidak meningkatkan risiko kanker, karena perkembangan kanker adalah proses kronis. Selain risiko kanker, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan semua penyebab kematian juga terlibat. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa penelitian juga mempertanyakan keamanan atau efek perlindungan kesehatan dari konsumsi alkohol dalam jumlah sedang, dan jika bahaya alkohol dalam jumlah kecil didukung oleh lebih banyak bukti, maka pedoman publik tentang konsumsi alkohol dalam jumlah sedang saat ini perlu dipertimbangkan untuk direvisi, dan konsep tradisional Tiongkok tentang konsumsi alkohol untuk kesehatan akan semakin ditantang.