Endometriosis (EM) adalah salah satu penyakit ginekologi jinak yang paling umum, dengan prevalensi sekitar 5% – 15% pada wanita usia subur, meskipun jinak, EM memiliki biologi seperti keganasan, seperti infiltrasi lokal, metastasis jauh, dan kekambuhan, sehingga membuatnya menjadi penyakit yang sulit untuk diobati di bidang ginekologi. Data histologis dan epidemiologis juga dengan jelas menunjukkan bahwa EM dapat menjadi ganas, dengan ovarium sebagai tempat keganasan yang paling umum, dan jenis patologis utamanya adalah endometrioid dan karsinoma sel jernih ovarium. Literatur melaporkan kemungkinan keganasan sebesar 0,7-2,5% pada pasien EM selama rata-rata 8 tahun. Dengan meningkatnya insiden EM dalam beberapa tahun terakhir, insiden kanker ovarium yang timbul akibat endometriosis (OCEM) juga meningkat secara signifikan. Sangatlah penting secara teoretis dan praktis untuk menyelidiki mekanisme keganasan EM, untuk menyaring mereka yang berisiko mengalami keganasan EM, dan untuk mengembangkan intervensi medis individual yang tepat bagi pasien EM. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keganasan EM dapat dikaitkan dengan varian genetik, kadar estrogen lokal yang tinggi, imunotoksisitas, dan faktor lingkungan. Baru-baru ini, telah terjadi peningkatan minat terhadap hubungan antara hilangnya heterozigositas (LOH) dan keganasan EM. Kelompok kami pertama kali melaporkan distribusi LOH pada 12 pasien dengan OCEM pada tahun 2011. Kami berhipotesis bahwa LOH terkait erat dengan keganasan EM dan bahwa mungkin ada gen baru yang belum diketahui yang terlibat dalam proses keganasan EM.