Perbedaan antara hiperplasia endometrium dan polip terutama terletak pada penyebab, tes pencitraan, dan modalitas pengobatan yang berbeda.
1. Etiologi: Hiperplasia endometrium disebabkan oleh lapisan endometrium rahim di bawah sejumlah besar estrogen atau stimulasi jangka panjang, sementara sekresi progesteron tubuh tidak cukup untuk menahan estrogen yang berlebihan, sehingga terjadi hiperplasia endometrium. Polip disebabkan oleh pertumbuhan endometrium yang berlebihan di bawah pengaruh estrogen, atau polip disebabkan oleh rangsangan inflamasi jangka panjang atau benda asing di dalam rongga rahim.
2. Pencitraan: USG ginekologi hiperplasia endometrium menemukan bahwa endometrium menebal secara seragam, tidak ada massa hipoekoik. Ultrasonografi ginekologi polip menunjukkan adanya massa hiperekoik dan sinyal aliran darah.
3. Pengobatan: hiperplasia uterus dapat mengonsumsi obat progesteron, dapat mengonsumsi dextroprogesteron, progesteron, medroksiprogesteron asetat, medroksiprogesteron, progesteron, dan obat progesteron lainnya, selain pengobatan pengikisan diagnostik. Polip biasanya ditangani dengan polipektomi histeroskopi.
Hiperplasia endometrium dan polip sama-sama memiliki manifestasi perdarahan vagina yang tidak normal, jadi kita harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, meningkatkan pemeriksaan, mengklarifikasi penyebab penyakit, dan mengobati gejalanya.