Cedera usus memerlukan radiografi abdomen berdiri, CT abdomen, pemeriksaan darah rutin, kalsitoninogen, protein C-reaktif dan, jika perlu, laparotomi, dan bahkan lebih memperhatikan tanda-tanda vital pasien. Pasien dengan riwayat trauma abdomen harus waspada terhadap kemungkinan cedera kolon. Jika cedera kolon tidak dapat dikesampingkan secara klinis, atau dicurigai, investigasi yang relevan harus dilakukan dan dipantau terus menerus jika perlu untuk mencegah diagnosis yang terlewat.