Manusia pada dasarnya terinfeksi melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi, dengan sebagian besar kasus akibat penularan interpersonal.
Penularan interpersonal terjadi ketika darah, cairan tubuh lainnya atau sekresi (feses, urin, air liur, dan air mani) dari orang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh manusia yang sehat melalui kulit yang rusak atau selaput lendir.
Infeksi juga dapat terjadi ketika kulit yang rusak atau selaput lendir orang sehat bersentuhan dengan benda atau lingkungan yang terkontaminasi dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.