Ada banyak tes yang perlu dilakukan sebelum perawatan ortodontik formal, yang dijelaskan secara singkat di bawah ini. Pertama, dokter spesialis ortodonti harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi intraoral dan ekstraoral pasien. Kedua, pasien perlu mengambil film rontgen, termasuk film sefalometri lateral dan film tomografi permukaan mulut penuh, dan masing-masing pasien juga perlu mengambil film apikal gigi mereka. Berdasarkan bahan-bahan ini, praktisi perlu menentukan apakah gigi pasien sehat dan apakah cocok untuk perawatan ortodontik. Hal ini juga merupakan dasar yang penting untuk desain diagnostik. Wu Guanying, Pusat Stomatologi, Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang Ketiga, tes darah (biasanya termasuk hepatitis B, hepatitis C dan antigen HIV) diperlukan untuk menghilangkan infeksi silang antar pasien. Keempat, sebuah model studi perlu dilakukan. Ini adalah informasi penting untuk desain diagnostik, karena dokter menggunakan model tersebut untuk mengukur dan menganalisis tingkat keparahan maloklusi pasien. Kelima, foto-foto kamera digital, termasuk foto wajah dan gigi, akan diambil. Ini juga merupakan bagian penting dari desain diagnostik. Seorang ortodontis biasa membutuhkan informasi di atas untuk membuat rencana perawatan yang akurat dan dipikirkan dengan matang untuk pasien. Desain rencana adalah prasyarat untuk perawatan ortodontik yang sukses, dan hanya jika tujuan perawatan jelas dan rencana perawatan masuk akal dan layak, maka hasil yang baik dapat dicapai. Kami berharap setiap pasien mendapatkan perawatan ortodontik dengan kualitas terbaik dan hasil yang terbaik.