Mata merah dengan penglihatan kabur

Sindrom Harada Vogt-Koyanagi-Harada Syndrone (VKH) adalah kelainan dengan tanda-tanda iritasi meningeal, gangguan pendengaran, vitiligo, dan pemutihan atau kerontokan rambut, yang ditandai dengan uveitis total bilateral, yang juga dikenal sebagai juga disebut “uveitis cerebri”. Manifestasi Klinis Timbulnya penyakit ini sering kali diawali dengan gejala prodromal seperti flu atau gejala prodromal lainnya, yang dimanifestasikan dengan perubahan seperti sakit kepala, telinga berdengung, gangguan pendengaran, dan hipersensitivitas kulit kepala. Kemudian, terjadi kehilangan penglihatan secara tiba-tiba pada kedua mata, dan pada pemeriksaan, ditemukan fundus yang tampak seperti malam hari, peradangan pada cakram optik, edema retina pada bagian kutub belakang, dan bahkan ablasi retina plasma. Selain manifestasi di atas, perubahan ekstra-okular seperti alopesia, pemutihan rambut, dan vitiligo juga dapat terjadi secara bersamaan. Komplikasi yang umum terjadi adalah katarak bersamaan, glaukoma sekunder, dan ablasio retina eksudatif. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat dan perubahan karakteristik yang khas. Angiografi fundus fluorescein sangat membantu dalam diagnosis. Pengobatan Prednison terutama diberikan secara oral kepada pasien episode pertama, biasanya dimulai dengan dosis 1 hingga 1,2 mg/(kg・d), dan kemudian dikurangi dalam 10 hingga 14 hari, dengan dosis pemeliharaan 15 hingga 20 mg/d (dosis dewasa), dan sebagian besar pengobatan diperlukan selama lebih dari 8 bulan. Untuk pasien yang kambuh, agen penekan imun lainnya umumnya harus diberikan. II. uveitis simpatis uveitis simpatis di/N- uveitis simpatis – 49 Bagian II. beberapa jenis uveitis khusus vogt.,b fir li sindrom Harada Sindrom Vogt a kecil Yanagi Harada syndrome (Vogt-Koyanagi-) Sindrom Harada (Vogt-Koyanagi-Harada Syndrome (VKH)) adalah penyakit yang ditandai dengan uveitis total bilateral dengan iritasi meningeal, gangguan pendengaran, vitiligo, dan pemutihan atau kerontokan rambut, yang juga dikenal sebagai “serebritis uvea”.