Sesak napas di dada saat tidur

Jika pasien sering merasa sesak napas di dada saat tidur, pertama-tama, pastikan dulu bahwa pasien mengalami insufisiensi jantung. Pada pasien dengan insufisiensi jantung, darah dari tungkai bawah mengalir kembali ke paru-paru dan bahkan ke jantung selama tidur karena otot septum meningkat, dan karena penghambatan simpatis dan eksitasi vagal, kontraktilitas jantung menurun dan denyut jantung melambat, begitu pula ekspansi paru-paru. Pada pasien dengan insufisiensi jantung, dada sesak, sesak napas, dan ketidaknyamanan lainnya selama tidur sangat sugestif adanya stasis paru dan insufisiensi jantung jika tidak ada gejala yang jelas. Pasien-pasien ini harus diperiksa oleh departemen kardiologi di rumah sakit setempat untuk pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan ultrasonografi jantung untuk menentukan apakah terdapat iskemia miokard yang signifikan dan perubahan ST-T pada EKG, serta ultrasonografi jantung untuk menentukan apakah terdapat perubahan struktural. Perubahan struktural pada jantung meliputi pembesaran setiap atrium, regurgitasi sedang hingga berat dari beberapa katup, dan penurunan fraksi ejeksi jantung. Jika terdapat satu atau lebih dari perubahan ini, pasien dianggap mengalami insufisiensi jantung yang parah. Diuretik, ACEI, beta blocker dan inhibitor aldosteron harus diberikan.