Jika pasien mengalami sesak dada, sesak napas dan dispnea disertai panik saat tidur: 1. Pertimbangkan penyakit kardiogenik, seperti penyakit arteri koroner, angina pektoris, miokarditis akut dan perikarditis, kondisi ini akan memiliki gejala di atas. 2. Untuk penyakit pada sistem pernapasan, seperti emfisema obstruktif kronik, bronkiektasis, insufisiensi pernapasan kronik dan hipoplasia paru juga akan memiliki kondisi ini. 3. Untuk beberapa penyakit pada sistem pernapasan, seperti emfisema obstruktif kronik, bronkiektasis, insufisiensi pernapasan kronik dan hipoplasia paru juga akan memiliki kondisi ini. Pasien dengan phytodysfunction juga dapat mengalami hal ini pada neurosis jantung. 4. Jika pasien memiliki gangguan metabolisme endokrin, dada sesak dan sesak napas saat tidur juga dapat terjadi pada disfungsi tiroid dan disfungsi adrenal. Pasien dapat diobati secara aktif dengan obat-obatan yang dipilih sesuai dengan penyebab utamanya, dan juga dapat diberikan terapi oksigen. Selain itu, pengobatan Tiongkok dan obat herbal juga bisa efektif dalam meredakan sesak dada, sesak napas dan panik saat tidur, tetapi dianjurkan agar dilakukan pemeriksaan yang sistematis dan komprehensif di rumah sakit saat mengonsumsi obat.